"Penghianat, tidak tahu diri.. brgsek!"Serafia melampiaskan kekesalannya pada Matthias, dengan memporak-porandakan seisi kamarnya, dan itu sudah berlangsung sejak semalam, sampai akhirnya Serafia lelah dan berhenti sendiri.Ia terduduk di sisi bawah ranjang dengan mata sembab sembari menatap figura foto mending Ayah dan kakaknya. "Ini salah kalian, yang membawa dia masuk ke keluarga kita dan mempercayainya. Salah kalian juga yang pergi terlalu cepat, dan meninggalkan aku dan ibu." Serafia bermonolog.Serafia tersedu, kali ini ia tak bisa menyembunyikan kerapuhannya. Ia teramat merindukan kedua sosok pria itu. "Aku sudah lupa rasanya jadi tuan putri setelah kalian pergi. Aku rindu keluarga cemaraku, dan ibu.. meski raganya ada, tetapi aku juga merasa telah kehilangan sosoknya.""Ayah, Kakak.. Matthias menghianati kita, dia .. juga telah melukai perasaanku."Lama ia merenung dan meratap dalam diam, sampai suara bising dari luar kamar menyadarkannya."Serafia buka pintunya, aku ingin b
Terakhir Diperbarui : 2026-01-21 Baca selengkapnya