Eden menyandarkan punggungnya ke kursi kebesaran, matanya menatap langit-langit ruang kerja yang remang. Sebuah rencana mulai tersusun rapi di kepalanya, sebuah rencana yang tidak hanya akan menghancurkan Arthur, tapi juga memberikan pelajaran pada ibunya. "Arthur sangat menyukai aset, bukan?" suara Eden memecah keheningan, terdengar dingin dan penuh perhitungan. Rendi memperbaiki posisi duduknya. "Benar, Tuan. Dari data yang saya kumpulkan, belakangan ini dia sedang gencar mendekati beberapa petinggi di sektor properti. Dia butuh pengakuan legal agar tidak selamanya bersembunyi di bawah ketiak Nyonya Besar." "Sedangkan Nyonya, dijadikan alat untuk merampas harta peninggalan Tuan Adam." Eden menyeringai tipis, jenis senyum yang menandakan bencana bagi korbannya. "Kalau begitu, beri dia umpan. Bukankah proyek pembangunan resort di Bali yang kita batalkan bulan lalu masih memiliki izin yang sah?" "Masih, Tuan. Secara hukum, izin itu masih berada di bawah salah satu perusahaan
Read more