“Siapa kalian? Jangan mendekat!” Sasa pasang badan, menghalangi langkah dua pria bertubuh kekar yang tiba-tiba menghadang mereka di tengah jalan. Matanya memicing tajam, penuh kewaspadaan. Salah satu pria itu, yang ternyata adalah Jojo, segera mengangkat kedua tangannya ke udara isyarat bahwa mereka tidak berniat buruk. “Eh, maaf, Nona. Kami tidak bermaksud menakuti. Kami hanya sedang mencari alamat, apa Nona bisa membantu?” Jojo mengeluarkan selembar kertas lusuh berisi tulisan alamat. Lintang dan Sasa saling lirik. Rasa curiga yang tadi menggunung perlahan runtuh, digantikan rasa canggung. Mereka merasa agak tidak enak hati karena sempat mengira kedua pria asing ini adalah penjahat hanya karena perawakan mereka yang seperti atlet gulat. “Nona, apa Anda tahu tempat ini? Kami sudah bertanya pada orang-orang di sekitar sini, tapi tidak ada yang tahu,” sahut Rian, rekan Jojo, menimpali dengan wajah yang dibuat sebingung mungkin. Sasa berdeham pelan, mencoba mengembalikan wibawany
Read more