Mag-log inEden adalah Pemimpin Mafia, hidupnya hanya berisi kegelapan pistol dan waspada kematian. Hitam dan abu-abu. Tidak ada yang menarik dalam hidup selain membunuh musuh. Namun semua menjadi lebih berbeda setelah pertemuanya dengan Lintang, seorang gadis bisu yang berani masuk ke wilahnya. Lintang bekerja sebagai pencuci piring di restoran. Hidup sebatang kara di usianya yang muda tak membuatnya menyerah, ia selalu hati-hati dalam hal apapun, namun untuk pertama kalinya dalam hidup ia berbuat kesalahan. Kesalahannya hanya satu, mengantar pesanan makanan, namun dunia balas menghukumnya dengan ketidak adilan. Lintang di sekap oleh pria yang tak dikenalnya hanya karena di sangka penyusup. Dan hidupnya berubah total sejak hari itu. Apakah lintang bisa lepas dari jerat Eden? ataukah justru terperangkap kehidupan gelap sang mafia yang kejam? Pantau terus kisah mereka ya!!
view moreArianna
was now certain that she was completely drunk. She saw an object in double and her eyes were dizzy. She belched and took the last drop of the alcohol, gulping it down.The club house was noisy and the dancers were having fun. But what mattered to Arianna was completely different. She hadn't come for fun seeking but to forget her misery and heartbreak.
She was supposed to be a bride the next morning, walking down the aisle with her heartthrob and best friend for five years. They had anticipated that day to come but in less than twenty four hours, the hope of seeing that day come true was trashed.
The memory of what she saw played itself again in her head "...oh my days!...fuck me harder Ethan baby...oh...good...faster...oh...yeah...I love you Ethan…"
Arianna shook her head as if by doing so, the memory of it would disappear. She cleaned the tears off her face. Why can't she just forget, she's been in the club house for a few hours now, trying to forget that ugly scene she stumbled upon.
But the more she tried to forget, the harder it became. She tried standing up but ended up sinking back into her seat. She summoned up her strength and stood up.
She needed to visit the washroom and after that, find a way of helping herself out of the club house. Her legs were heavy and as she walked, her knees wobbled.
Just before turning, she sighted a tall figure walking into one of the rooms and she followed. She went in just before he shut the door and rested her back on the door.
"Hey handsome. Why don't you make me happy?" She smirked and threw herself into his arms. She started kissing him, an act that the man was reluctant to get down with.
Few hours later, Arianna opened her eyes with a panting headache. She glanced around the dark room and wondered how she got in there.
A vague memory of how the evening went popped up in her head and she gasped. She turned to look at her side and saw a man sleeping peacefully.
What the hell had she done? She stood up with great difficulty. She doesn't need to be told that she has lost her most cherished possession: her virginity.
The pain she felt between her thighs was proof enough that she had been violated. She endured the pain and put on her jeans and blouse and pulled out a $100 note, stuck it in the man's hand.
The room is dark, thank goodness she didn't get to see how the man looks. He's a good gigolo but she couldn't pay him well for his services.
She sneaked out of the room and went away. She went straight to her mini apartment to get a few things and leave Z- city but was dazed when the lock to her apartment had been changed.
It was barely dawn and she couldn't ask her neighbours what or who changed her lock. But then,she decided to fetch her phone and called the agent handling her apartment.
When she got her phone, she saw there had been a text message. It was from Ethan. She glanced and read the content "don't bother why the lock was changed, I did it"
Arianna simply turned and left her apartment and everything she's got in it and went to another city.
Two months later, Arianna woke up and felt lazy to get out of bed. She wondered why she caught a fever so soon, just arriving at a new city.
She decided to visit the hospital and met a young doctor, he was the one on call and after examining Arianna, he sent her to the laboratory for a test.
When the result was brought, the doctor handed it over to her and she glanced over it. Her hands shook when she saw the test result.
Pregnancy Test -positive!
What!
Four years later
Arianna came back from work and her son ran to hug her. She lifted him off his feet and kissed his cute temple.
"Welcome Mummy" the little boy chimed, excited at the sight of his mother. "Missed you Eli" Arianna chimed, holding him firm and sitting on the sofa.
"Thank you, Mrs Brook for always looking after him" Arianna said, appreciating Eli's nanny.
Mrs Brook had looked after Eli since he was a baby. She's best referred to as his second mother. Arianna was his birth mother but Mrs Brook raised him.
"You're welcome," Mrs Brook replied. She Soon said goodbye to Arianna and went home. She's done with the day's job the moment Arianna comes back.
Arianna got a job with a company and she's been employed to work as a junior jewellery designer. She's been working there after Eli was born but then, it seemed her time in the company had ended.
The company has been sold out to a new owner and all the employees have been paid off. She was paid three times her salary and her appointment terminated.
"How was school today,Eli?" Arianna asked. The little boy got off her thighs and ran off to bring his books. Arianna saw how smartly he ran off and smiled.
He's her consolation and the reason why she didn't get hurt again after what happened a few years ago. Each time she looks at her son, she's glad and happy that she was blessed with such an amazing son.
"Mummy, I got all the marks in the class exercise. My teacher said I'm the best" Eli chimed, emptying his bag and bringing out his workbook.
"Wow, you are the best Eli" Arianna praised him. The little boy was happy that his mother was as excited as him in his class work.
"Eli, we are leaving for Z- city tomorrow" Arianna broke the news to him. The boy paused and next jumped up in excitement.
"That means, I'm getting to meet my daddy. '' He asked rhetorically.
Setelah seharian tak melihat Lintang rasa rindu membuncah di dada Eden. Karena kesibukannya di kantor ia tak bisa menemui wanita itu.Dan sekarang di jam yang masih sangat pagi Eden datang dengan nampan berisi sarapan. Langkahnya yang tegap berbalut jas mahal melekat. Bibirnya lurus tak beriak, namun sorot matanya sedikit hangat.Cklek!Eden membuka pintu, matanya berpendar. Menatap tubuh berbalut selimut putih yang meringkuk. Kemudian meletakkan nampan di atas nakas.Eden duduk di tepi ranjang. Tangannya terulur menyingkap anak rambut yang menutupi wajah Lintang.Merasakan seseorang menyentuhnya. Perlahan mata Lintang terbuka. Netra elang dengan sorot datar menjadi hal pertama yang menyambutnya. Wajah datar tanpa sedikitpun garis kebahagian, namun sayangnya sangat tampan.Lintang menatap Eden dari atas hingga bawah. Pria itu hanya diam menaikan alisnya. Sedikit geli dengan respon wanita itu.Lintang masih belum sadar. Jika pria pria yang di depanya adalah monster yang selalu menyiksa
Di tempat yang lain,Sepasang suami istri mengintimidasi seorang wanita yang menurut mereka mencurigakan. Berpakaian pelayan dan menunduk hormat . Bahunya sedikit bergetar seperti ketakutan.“Jadi apa jaminan kau setia pada kami?” Pelayan itu menaikan wajahnya. Menatap Julia dan Arthur dengan berani. Kegelisahan dalam hatinya ia buang jauh-jauh.“Saya menggadaikan nyawa saya. Jika saya berkhianat saya rela mati. Asal…” ia menghentikan kalimatnya. Matanya terpejam erat seolah untuk mengatakan kalimat selanjutnya membutuhkan tenaga besar.Arthur dan Julia saling pandang. Kedua alisnya naik, menanti kalimat selanjutnya.“Asal Tuan dan Nyonya memberikan bayaran yang setimpal.” Lanjutnya kemudian.Ia sudah merasa sangat frustasi. Ibunya yang sangat ia cintai terbaring tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit. Gagal jantung yang ibunya derita membuatnya dilanda ketakutan. Takut akan kehilangan.Pihak rumah sakit mengatakan harus menjalani transplantasi jantung. Dan semua itu membutuhkan bi
“Nona, atas nama Tuan, saya meminta maaf. Beliau selalu kasar padamu.” Aku hanya diam, menatap hamparan mawar dari balik jendela dengan tatapan kosong. Di tengah ruangan, Rendi sibuk mengganti seprai. Suaranya mengalun pelan, namun entah mengapa, aku menangkap nada kesungguhan yang ganjil di sana. “Tuan memang keras, tapi semua itu ada sebabnya,” lanjutnya lagi. Aku tetap tak bergeming. Namun saat aku menoleh, dia rupanya sudah menatapku lebih dulu. “Tuan tidak menyukai pembangkangan. Kebetulan, Nona selalu melawan dan memancing amarahnya. Itulah yang membuatnya bertindak lebih kasar.” Cih. Aku mendengus sinis. Dia bilang aku yang memancingnya? Bahkan sejak detik pertama aku menginjakkan kaki di neraka ini, pria itu sudah hampir membunuhku dengan siksaannya. Dia binatang. Monster menjijikkan yang bersembunyi di balik setelan mahal. Tatapanku menajam. Selama hampir sebulan ini, Rendi adalah satu-satunya wajah yang rutin kulihat. Dia yang memberiku makan, mengganti seprai, atau
Lintang terbangun dengan rasa frustrasi yang menggantung. Pikirannya hancur berantakan, sama seperti hatinya. Ia memikirkan bagaimana nasib Damar dan Ema, juga kekasih serta sahabatnya, Sasa. Semuanya bercampur menjadi satu, menyesakkan dada."Aw, milikku sakit," rintihnya pelan.Ia bangkit, melangkah menuju kamar mandi yang letaknya sedikit jauh. Kamar Eden selalu gelap, dan Lintang sudah terbiasa dengan kegelapan itu. Dengan langkah tertatih, ia memasuki kamar mandi.Bersandar pada wastafel, Lintang menatap pantulan dirinya di cermin. Kantung mata hitam, rambut berantakan, sudut bibir pecah dan berdarah, serta wajah yang sama sekali tidak memancarkan aura kehidupan. Ia terlihat semakin kurus setiap harinya. Tulang selangkanya menonjol dan garis pipinya semakin tirus.Tangannya menengadah, menyiramkan air dingin ke wajahnya yang kuyu. "Bagaimana bisa semua ini menimpaku?"Tubuhnya luruh, jatuh ke lantai dengan rasa putus a






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu