Tiba saatnya para insan berlabuh di pelabuhan mimpi, bersemayam bersama kehangatan selimut, rehatkan tenaga usai digempur berbagai aktivitas dalam seharian penuh.Seharusnya Liv pun demikian. Namun, rasa penasaran mengantarnya pada ruangan yang Dante bilang masih dalam tahap renovasi.Kesan misterius yang ditinggalkan menarik Liv untuk masuk ke dalam. Tanpa ragu atau bahkan takut saat kegelapan tak mampu dijangkau penglihatan, Liv melangkah.Dalam dada yang menopang jantung, debaran berdetak mengiringi langkah di setiap pijakan. Bukan karena takut, ada adrenalin terundang begitu tubuh mungilnya membelah kegelapan.Ponsel di tangan ingin Liv nyalakan, agar penglihatannya dapat bebas menjangkau apapun yang ada di tempat ini, tapi kekhawatiran cahaya dari flashlight dapat mengundang seseorang menciduknya, menghambat."Baunya aneh," monolognya, mengendus lebih tajam aroma asing yang dapat mendorong isi perut untuk dimuntahkan."Bau busuk?" Dia bertanya tak yakin, hidungnya menahan bau bus
Última actualización : 2026-01-15 Leer más