Dalam Rengkuhan Tuan Mafia

Dalam Rengkuhan Tuan Mafia

last updateLast Updated : 2026-02-12
By:  MamiUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
3 ratings. 3 reviews
62Chapters
856views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Seolah belum cukup semesta memberinya derita dari keluarganya sendiri, Liv Florence harus menelan pil pahit. Hidupnya hancur dalam satu malam, dia dijual pada Dante Greyson—mafia paling kejam dengan nama yang telah melekat pada kekejaman, darah dan kematian, agar ayahnya terbebas dari jeratan hutang yang telah menggunung. Tidak diberikan kesempatan untuk menolak, Liv dipaksa menikah untuk membayar kesalahan ayahnya. Pernikahan yang selalu Liv bayangkan adalah momen sakral dan indah, tidak berlaku padanya. Dan di balik dinding megah Mansion Greyson, adalah neraka baru bagi Liv Florence. Atau bahkan surga baru baginya. “Bilang padaku, siapa yang melukaimu?” Bibir Liv bergetar. “Aku bukan majikanmu.” Hidung Dante semakin dekat, deruan napasnya membelai pipi Liv, mendatangkan gelombang emosi yang tidak pernah Liv rasakan. Seperti ribuan kupu-kupu bertebaran di dalam perut, kemudian bermigrasi ke dalam dadanya, menggelayuti jantung yang sedari tadi tiada henti mengetuk keras dadanya. “Aku suamimu."

View More

Chapter 1

Bab 01. Jaminan Atas Hutang Ayah

"Tuan! Nyonya menghilang!"

Telapak sepatu merah dari pantofel Dante baru memijaki ubin marmer kediamannya. Namun, seruan

Kepala Pelayan berdengung bagai lelucon di hari yang seharusnya menjadikan perayaan satu tahun

pernikahan mereka.

"Apa yang sedang kau bicarakan?" Dia bersuara datar.

Masih dengan kepercayaan diri, bahwa wanitanya kini tengah duduk manis di sofa favoritnya, seraya

memangku buku astronomi kesayangannya.

Tungkai pria itu melangkah percaya diri, membunyikan

ketukan terkonsolidasi di setiap pijakan.

"Seluruh pakaian Nyonya dan barang-barangnya tidak kami temukan. Seluruh pelayan sudah mencari Nyonya, tapi kami tidak menemukan tanda keberadaannya! Di ruang baca pun, tidak ada!" Laporan

Allison diiringi khawatir dan panik luar biasa menghantam keras benak Dante.

Dekapan pada buket bunga mawar merah melonggar, sebelum jatuh teronggok mengenaskan di atas

marmer. Mata biru sebagaimana lautan di balik kacamata hitamnya membola, sementara bulatan kecil

di dalam kornea mata menyusut.

"Jangan bercanda." Bariton suaranya memberat, membunyikan ancaman bila laporan Allison adalah

prank di hari anniversary-nya dengan Sang Istri.

"Saya berani bersumpah demi nyawa saya sendiri, Tuan. Tuan bisa melihatnya langsung di kamar

Nyonya." Napas Allison terputus-putus, lelah usai mencari Sang Majikan.

Tungkai dibalut celana panjang hitam milik Dante diseret cepat, setiap ketukannya membunyikan

emosi negatif yang merayapi benak, perlahan menumbuhkan ketakutan yang merupakan ancaman.

"Untuk apa dia pergi?" Dante enggan percaya pada ucapan Allison. Namun, selama mengenal wanita

setengah baya itu, Dante tak pernah mendengar kelakar darinya.

"Tidak ada tempat yang menjadi tempatnya pulang selain mansion ini." Dari nada suaranya: terdapat

getaran dari sebuah ketakutan, panik serta khawatir bila yang Allison katakan adalah kenyataan.

"Tuan!!" Dari arah jam dua, berlarian seorang wanita pendek.

Wajah bulat wanita itu membentangkan senyum, suara tawa kecilnya menjadi pertanyaan besar bagi Dante. Langkah kecil dari kaki pendeknya memutus jarak di antara mereka.

"Kabar apa yang ingin kau sampaikan?" Suara rendah nan berat Dante menyapu rungu wanita

tersebut.

Sorot tajam dari iris biru Dante tidak membuat wanita tersebut melenyapkan senyumnya, seolah

berkas yang ada di tangannya adalah harta paling penting dari nyawanya.

"Saya membawa kabar bahagia!" Wanita itu memekik, lantas mengambil hasil laboratorium dari

dalam amplop coklat. "Selamat Tuan, anda akan menjadi ayah. Nyonya sedang hamil saat in—"

Kata-kata yang telah ia rangkai dengan suka-cita terputus, Sang Tuan terburu merebut kertas di

tangannya. Telaga birunya seolah ingin membakar kertas tersebut. Setiap kata yang ia baca dipelototi,

enggan terlewati barang satu huruf pun.

Di balik wajahnya yang tak seperti biasanya datar dan pongah, terdapat debaran luar biasa di dalam

dada, seakan jantungnya tengah memohon untuk dikeluarkan.

Tanpa dapat semua orang prediksi, sosoknya melangkahkan tungkai dengan kecepatan tinggi. Pijakan

dari sepatu pantofelnya menjejaki ketakutan. Gemuruh jantung di dalam dada adalah kidung yang

mengiringi jalannya.

Brak!

Pintu kayu menjulang tinggi di depannya terbuka lebar, memberi jalan untuknya memastikan kabar

dari Bennet.

"Liv!!" Kala nama Sang Dara, ia bunyikan, lehernya mengetat, liukan urat menggarisi leher saling

bertonjolan.

"Liv!" Dia kembali memanggil Sang Istri. Namun, angin lalu yang menyahuti.

Untuk memastikan lebih dalam keberadaan Sang Istri, kakinya dibawa menuju kamar.

"Aku tidak akan membiarkanmu lari membawa keturunanku." Tekadnya mengakar, bersama ambisi

yang kembali bangkit ke permukaan.

Liv Florence Bailey Cruz, dari awal pernikahan mereka dikarenakan keturunan untuk mewarisi kartel

yang ia pimpin. Namun, kini, dia pergi membawa pondasi dari hubungan mereka.

"Pergilah sejauh yang kau mau, aku akan menangkapmu sekalipun kau pergi ke neraka."

**

“Saya janji akan membayarnya segera. Saya bersumpah!”

Itu adalah kalimat yang selalu didengar dari ayahnya saat ada laki laki itu menagih.

“Jenis sampah apalagi yang kau keluarkan dari mulutmu?” hardik pria di hadapannya, genggaman di

ujung tongkatnya mengetat.

Punggung dibalut jas hitam berpadukan kameja putihnya terlihat tegap. Samar, otot bisepnya

menonjol kokoh di balik balutan setelan formalnya.

“Sampai aku turun tangan pun, kau masih beralasan?” Kata-kata yang dilontarkan terlampau dingin,

membekukan nyali.

“Tu-Tuan. Kali ini saya benar-benar bersumpah. Saya … saya ….” Lidah ayahnya terasa membeku,

jelas tak memiliki kuasa melawan Tuannya.

“Ben.” Tangan Dante mengulur, meminta pistol dari asisten pribadinya.

Sebuah pistol jenis scarface bertempat di tangannya, terdengar suara pelatuk ketika ia tarik

pelatuknya.

Mendengar suara pelatuk, Kane meneguk saliva. Rasa takut menghantui. Nyawanya akan lenyap di tangan pria ini.

Buih-buih keringat bermunculan di pelipis. Saraf di otaknya terasa berhenti berfungsi, buat pikirannya

sejenak membeku tak mampu pikirkan jalan lain, sebelum ujung matanya menangkap pintu kamar

yang telah rapuh, nyaris hancur.

Di sana, Liv yakin, ada telinga yang diam-diam terpasang— mendengar dialog mereka, menangkap

dan merekam ancaman.

Dia telah mendapatkan jalan lain, dan berharap Sang Tuan akan menerima.

“Sa-saya punya opsi lain.” Segera ayahnya mengalihkan pria yang sudah bersiap hendak

menembaknya. “Tu-Tuan bisa menikahi putri saya.”

Di belakang pintu yang telah dimakan rayap itu … dia menutup mulut, menahan napas agar

kehidupannya tak dijangkau oleh mafia itu.

Dia yakin, yang dimaksud ayahnya adalah dia, bukan kakaknya. Liv Florence Bailey Cruz, putri

pertama Kane yang tak pernah dianggap anak.

Rasa takut menghantam, merayap sebagaimana serangga di seluruh sel, membuatnya bergidik kala

bayangan pria menyeramkan itu dapat menghabiskan hidup bersamanya.

Pria berwajah tanpa ekspresi itu menyahut, “Apa yang bisa Putrimu berikan kepadaku?”

Seraya menunduk, Kane menjawab dengan suara bergetar. “Di-dia bisa memasak. Dan jug—”

“Aku tidak sedang menyediakan panggung untuk komedi. Dan sekarang kau bermain-main

denganku?” Jemari Dante mengusap halus permukaan pistolnya. Mulutnya meniup ujung pistol yang

bisa kapan saja menembuskan peluru di kepala Kane.

Liv Florence bergetar ketakutan, bola matanya nyaris keluar dan menggelinding melihat tingkah

pongah dan menyeramkan Dante.

Pria itu bukan sembarang manusia, dia adalah asisten malaikat maut. Liv yakin, jika dia menikah

dengan Dante, artinya dia bisa mati kapan saja. Dan hidupnya bukan lagi tentang cara untuk bertahan,

tapi mencari cara untuk tidak mati sia-sia di tangan Dante.

“A-apa yang Ayah katakan?” Suaranya tergagap, menahan takut yang telah mengakar.

Tangisnya mendesak, sementara telinga tetap terjaga untuk menangkap dialog mereka di balik pintu kayu rapuh. Butir-butir keringat dingin bercucuran di pelipis, benaknya terdorong logika untuk lari saat itu juga, sebelum dijebloskan dalam sangkar pria berbahaya itu.

“Anak saya masih perawan.” Kane berucap cepat, khawatir pistol yang Dante pegang lebih dulu

menembaknya. “Tuan bisa menjadikannya pelacur.”

Jantung Liv berdegup terlalu kencang. Kata-kata sang ayah merupakan titik terendah dalam hidupnya,

seolah belum cukup oleh penderitaan fisik dan batin selama ini.

Sementara di balik pintu yang menjadi tempat Liv menguping, seringai Dante membentang, sorot

tajam dari telaga biru di balik kacamatanya hitamnya bergulir liar, mencari gerangan yang Kane

maksud.

“Benar juga.” Dia bergumam. “EOA Cartel membutuhkan pewaris, aku bisa menjadikannya mesin

produksi anakku.”

Karena akhirnya dia dapat menggunakan putri tidak bergunanya sebagai tumbal agar dia dapat

terlepas dari jeratan hutang atas kesalahannya sendiri.

“Tuan bisa mengambilnya dan menjadikannya sebagai apapun yang Tuan mau.” Tanpa naluri sebagai

ayah, lupakan darahnya yang mengalir deras di nadi sang putri, Kane berikan secara suka rela putri

yang selama ini ia besarkan.

“Tapi, Tuan … saya mohon untuk Tuan menikahinya terlebih dulu sebelum menjadikannya mesin

untuk menghasilkan keturunan Tuan.” Dante menarik napas, lantas mengembuskan begitu panjang.

Kepalanya menimang permintaan tidak tahu diri orang itu, orang yang telah berani menggelapkan dana pertanian kokain.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Mami
Mami
ceritanya bagusss bangett, suka sama karakter Dante yang berkharisma eaa
2025-12-30 18:19:24
2
0
HALLOSEAN
HALLOSEAN
semangat kak cerita nya seru bangeeet
2025-12-30 08:25:50
2
1
Langit Parama
Langit Parama
Seru banget, lanjutkan, kak. Peluk jauh buat Liv, dan untuk Dante ... saranghaeyo🫰🏻🫶🏻
2025-12-30 08:02:01
2
1
62 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status