"Sepertinya ada yang kau khawatirkan." Bukan jawaban lugas Liv dapat, suaminya memberi jawaban lain yang membuat Liv semakin kebingungan.Tatapan Liv jatuh pada tautan tangan mereka di atas pangkuannya. Dia meraup oksigen pelan, lekas membuangnya bersama beban di dalam pikiran."Hanya saja ... Liv ingin mendengar langsung Dante mengatakan kalau Dante mencintai Liv.""Aku mengerti," kata pria itu, memberi sapuan halus di punggung tangan Liv. "Selama ini, apa kau tahu apa yang selalu datang di pikiranku?""Uang?" celatuk Liv. "Kokain?" Dante terkekeh, tak menyangka dua hal itu akan menjadi jawaban. "Lebih dari itu," sahut Dante.Kening Liv mengkerut dalam, menjelajah jawaban tanpa peta seorang diri. Benak menebak-nebak hal apa yang lebih dari kokain dan uang maknanya."Beritahukan dengan lugas," pintanya. "Saat ini otak Liv seperti membeku, sulit sekali untuk berpikir."Ungkapan polos itu diperagakan tangan memegang sisi kepala, pelupuk matanya memejam erat."Baiklah," jawab Dante, i
Última actualización : 2026-02-08 Leer más