Dengung halus dari mesin mobil mengudara. Kabin kala itu terasa tak begitu menekan, seakan udara memberi kelonggaran untuk bernapas, sangat tidak biasanya.Dialog manis saling dilempar oleh dua insan di dalam kursi penumpang, menjadi musik pengiring di perjalanan menuju kampus Liv."Sore ini Dante akan pulang?" tanya Liv, sedikit menoleh memandangi sang suami.Posisi, Dante lebih dekatkan lagi dengan Liv, melingkari tangan di pinggang sang istri, lekas kepala Liv dia bawa berlabuh di pundak. "Tidak tahu," sahutnya, menyela desauan halus dari range rover yang membawa mereka."Apa kau berharap aku akan pulang?" tebak Dante, jemari besarnya menggapai jemari-jemari mungil Liv, dia memainkan sebagaimana tuts piano di sana.Liv menggeleng—membohongi diri saat hatinya membenarkan pertanyaan Dante. Setiap detik yang ia jalani, sekalipun tidak pernah tidak menautkan harapan kepada Dante."Pekerjaan Dante menumpuk, makanya Dante tidak bisa pulang. Benar begitu?" Dante mengangguk kecil. "Lagipu
Terakhir Diperbarui : 2026-01-27 Baca selengkapnya