Usai mendengar ucapan Renata, aku baru teringat bahwa kalung itu adalah hadiah ulang tahun yang diberikan putraku tahun lalu.Demi memberiku kejutan, mereka sengaja menyembunyikan identitas saat pergi ke lelang, maka tidak ada yang tahu siapa pembeli kalung itu.Saat melihat Renata berbicara begitu yakin, Kevin benar-benar memercayainya dan mengerutkan kening sambil bertanya padaku. "Kukira kamu cuma materialistis, nggak nyangka kamu sampai jadi simpanan orang lain demi uang?"Aku hanya diam, karena menurutku tidak perlu membuang kata-kata untuk orang seperti ini.Namun, diamku justru dianggap Kevin sebagai tanda bahwa ucapannya tepat sasaran. Dia mengeluarkan ponselnya dan berkata dengan munafik. "Kamu mau berapa, aku bakal kasih, anggap saja sebagai ganti rugi karena aku merusak kalungmu.""Nggak perlu, nilainya nggak seberapa," ucapku dingin.Aku tidak berbohong, kalung ini dibeli dengan uang saku putraku, maka memang tidak mahal.Lagi pula, kalau aku menerima uang dari mantan pacar
Baca selengkapnya