تسجيل الدخولDi hari ulang tahunku, tunanganku menukarkan poin supermarket untuk membelikanku sepasang sarung tangan cuci piring. Namun, di lelang, dia menawar paling tinggi demi membelikan permata seharga 10 miliar untuk cinta pertamanya. Aku marah, tetapi dia justru menuduhku sebagai perempuan materialistis. "Aku kasih kamu uang buat dipakai, bukannya sudah sewajarnya kamu melayaniku? Ini sebenarnya ujian terakhir yang mau aku kasih sebelum nikah. Kalau kamu lulus, kita nikah. Tapi kamu benaran bikin aku kecewa." Aku mengajukan putus, dan dia langsung berbalik melamar cinta pertamanya. Lima tahun kemudian, kami bertemu kembali di sebuah pulau liburan pribadi. Kevin melihatku mengenakan pakaian kerja sambil memungut sampah di pantai, lalu langsung melontarkan ejekan. "Celine, dulu kamu remehin sarung tangan yang kubelikan, sekarang malah mungut sampah di sini." "Sekarang, sekalipun kamu mohon agar aku nikahi kamu, aku nggak akan melirikmu lagi." Aku tidak menanggapinya. Pelajaran praktik sosial putraku berjudul membersihkan halaman belakang rumah bersama orang tua. Ayahnya memperluas halaman sampai ke tepi pantai, membersihkannya sungguh melelahkan.
عرض المزيدAku mengira semuanya akan berakhir sampai di situ.Namun sepulang kerja, aku kembali melihat sosok yang familier di depan kantor."Celine… " Mata Kevin memerah, kondisi mentalnya jauh lebih buruk dari sebelumnya. Penampilannya yang berantakan benar-benar berbeda dengan dirinya yang dulu penuh percaya diri.Aku tidak tahu apa saja yang dia alami setelah meninggalkan pulau itu.Dia menyodorkan sebuah buku tebal ke hadapanku. "Celine, kamu masih ingat mereka?"Aku membuka buku itu dan melihat setiap halaman berisi spesimen mawar yang dia awetkan dengan sangat rapi."Semua mawar yang kamu berikan padaku kusimpan. Aku takut mereka layu, makanya kujepit di dalam buku ini. Lihat, betapa indahnya mereka."Kevin memaksakan senyum lemah. "Kamu pernah bilang, selama mawar nggak layu, kamu akan selalu mencintaiku. Kita mulai lagi dari awal, ya?"Aku tidak menghentikan langkahku, hanya berkata dengan tenang. "Nggak ada gunanya, buang saja. Kita sudah nggak butuhkan hal-hal ini."Kevin memanggilku d
"Cukup." Kalau aku tidak menghentikannya sekarang, Yohan bisa cemburu selama setengah tahun. "Kamu sendiri yang bilang nggak akan pernah menoleh kembali. Sekarang kamu bicara begini, bukannya itu menjilat ludah sendiri?"Kevin jelas panik, nadanya tergesa-gesa. "Bukan begitu. Waktu itu aku cuma bicara karena emosi. Aku selalu menunggumu."Aku menghela napas dan menggeleng. "Aku sudah jadi istri dan ibu. Kamu nggak perlu buang waktu menungguku. Carilah wanita yang mencintaimu dan menikahlah. Mulai sekarang, kita masing-masing menempuh jalan sendiri.""Nggak!" Kevin tiba-tiba menjadi emosional. "Seumur hidupku aku nggak akan menemukan wanita kedua yang mencintaiku lebih dari kamu. Aku bisa menunggu, menunggu kamu berce… "Kalimatnya belum selesai ketika tinju Yohan yang sudah gatal lebih dulu mendarat di wajahnya."Di hadapanku kamu berani bilang menunggu istriku bercerai. Apa kamu terlalu meremehkan aku sebagai suaminya?"Suara Yohan dingin dan mengerikan, membuat siapa pun yang mendeng
Renata membelalakkan matanya tidak percaya, cengkeramannya pada tangan Kevin makin mengencang."Kevin, apa maksudmu? Aku ini tunanganmu, kok bisa kamu malah belain orang lain!"Kevin menatap Renata dengan tenang, "Meski kamu tunanganku, aku nggak bisa memutarbalikkan fakta cuma demi melindungimu."Saat mendapati Kevin tidak berniat memihaknya, tangan Renata yang mencengkeram jas Kevin pun terkulai lemas, dia mencibir dengan suara lesu."Ha, aku mengerti sekarang. Ini semua karena Celine, bukan? Apa kamu masih berharap buat balikan sama dia? Kalau kamu masih memikirkannya, terus gimana sama aku? Apa arti tahun-tahun yang kuhabiskan bersamamu!"Kevin menggelengkan kepala, "Dulu kamu yang kasih aku ide buat belikan Celine sarung tangan cuci piring demi menguji ketulusannya. Aku melakukannya, dan akhirnya aku kehilangan orang yang paling kucintai."Kevin tertawa mengejek diri sendiri, "Aku mencarinya selama lima tahun penuh, dan baru sekarang aku menyadari betapa bodohnya aku saat itu.""B
Begitu kata-kata itu terucap, seluruh pantai seketika sunyi senyap, udara terasa sedingin bongkahan es abadi."Aku tahu kamu takut status sebagai Nyonya Yohan akan bikin orang lain memperlakukanmu secara istimewa, tapi kita juga nggak boleh biarin diri ditindas. Lain kali kalau menghadapi situasi seperti ini, sebut saja namaku. Ada suamimu yang akan melindungimu."Aku menelan ludah dengan gugup. Entah mengapa, tiba-tiba rasa sesak dan sedih menyeruak di dalam hatiku.Aku tidak menangis saat difitnah mencuri, aku juga tidak menangis saat dipermalukan oleh mantan pacarku. Namun, ketika Yohan berkata, "Jangan takut, ada suamimu yang melindungimu," air mataku mengalir deras tanpa bisa dibendung.Yohan seketika panik saat melihat air mata berlinang di mataku. Dia segera mengelus kepalaku dan menghibur, "Jangan menangis, jangan menangis. Apa aku salah bicara atau aku menyakitimu?"Yohan yang biasanya selalu tenang dan penuh perhitungan, ternyata bisa merasa tidak berdaya saat melihat wanita












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.