Short
Sarung Tangan, Permata, dan Penyesalan

Sarung Tangan, Permata, dan Penyesalan

بواسطة:  Starsمكتمل
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9فصول
2وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Di hari ulang tahunku, tunanganku menukarkan poin supermarket untuk membelikanku sepasang sarung tangan cuci piring. Namun, di lelang, dia menawar paling tinggi demi membelikan permata seharga 10 miliar untuk cinta pertamanya. Aku marah, tetapi dia justru menuduhku sebagai perempuan materialistis. "Aku kasih kamu uang buat dipakai, bukannya sudah sewajarnya kamu melayaniku? Ini sebenarnya ujian terakhir yang mau aku kasih sebelum nikah. Kalau kamu lulus, kita nikah. Tapi kamu benaran bikin aku kecewa." Aku mengajukan putus, dan dia langsung berbalik melamar cinta pertamanya. Lima tahun kemudian, kami bertemu kembali di sebuah pulau liburan pribadi. Kevin melihatku mengenakan pakaian kerja sambil memungut sampah di pantai, lalu langsung melontarkan ejekan. "Celine, dulu kamu remehin sarung tangan yang kubelikan, sekarang malah mungut sampah di sini." "Sekarang, sekalipun kamu mohon agar aku nikahi kamu, aku nggak akan melirikmu lagi." Aku tidak menanggapinya. Pelajaran praktik sosial putraku berjudul membersihkan halaman belakang rumah bersama orang tua. Ayahnya memperluas halaman sampai ke tepi pantai, membersihkannya sungguh melelahkan.

عرض المزيد

الفصل الأول

Bab 1

Tunanganku menawar paling tinggi di lelang demi cinta pertamanya, tetapi untukku dia hanya memberikan sarung tangan cuci piring hasil menukar poin supermarket.

Di pulau liburan pribadi terbesar di dalam negeri, begitu Kevin turun dari pesawat sambil menggandeng Renata yang mengenakan gaun haute couture model ekor ikan, dia langsung menjadi pusat perhatian semua orang.

"Pak Kevin, benaran nggak nyangka kamu juga datang ke pesta amal ini. Katanya baru lima tahun mengambil alih perusahaan, kamu sudah menjatuhkan puluhan perusahaan sejenis. Benar-benar muda dan berbakat."

Kevin tersenyum tipis. "Pesta amal ini cuma kedok. Bukankah semua yang hadir di sini ingin merebut perhatian investor itu?"

Semua orang mengangguk setuju, karena tuan rumah pesta amal ini memang investor langka yang sulit ditemui.

Seseorang mengalihkan pandangan ke Renata dan terus memujinya. "Ini pasti Nyonya Kevin. Cantik dan menawan sekali, Pak Kevin benaran beruntung."

Renata segera merangkul lengan Kevin dan tertawa sambil menutup mulutnya. "Kami belum nikah. Kevin bilang setelah proyek ini berhasil, kami akan menggelar pernikahan. Kali ini pernikahannya pasti dibuat besar-besaran."

Sekilas kekhawatiran melintas di mata Kevin, tetapi dia segera menenangkan diri dan tersenyum lagi. "Pada akhirnya itu cuma selembar kertas. Selama di hati kami ada satu sama lain, itu sudah cukup."

Aku agak terkejut mendengarnya.

Lima tahun lalu, setelah aku putus dengan Kevin, dia langsung melamar Renata. Keesokan harinya, berbagai media besar mengumumkan pertunangan mereka, bahkan mengadakan konferensi pers.

Saat itu Kevin dan Renata adalah pasangan mesra yang dikagumi semua orang. Bagaimana mungkin pernikahan ini tertunda sampai lima tahun?

Saat aku masih merasa bingung, seorang pelayan sementara berjalan ke arahku dengan wajah dingin.

Dia menatapku dari atas ke bawah dengan jijik, penghinaan di matanya sama sekali tidak disembunyikan.

"Maaf, Nona. Saat ini sedang berlangsung pesta. Pembersih baru dibutuhkan setelah acara selesai."

Aku dan putraku menjalani praktik membersihkan pantai seharian. Aku mengambil pakaian kerja usang dari gudang untuk dipakai. Dibandingkan para tamu yang berkilau di sekelilingku, aku memang tidak tampak seperti tamu undangan.

Aku segera menjelaskan. "Pantai ini milikku, aku datang ke sini buat… "

Belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, pelayan itu sudah tertawa terbahak-bahak. "Kamu pandai bercanda. Seorang petugas kebersihan rumah CEO malah anggap pantai ini miliknya sendiri."

"Silakan segera pergi. Kalau nggak, aku bakal panggil satpam."

Suaranya yang keras menarik perhatian para tamu di sekitar. Tatapan merendahkan mereka tertuju padaku seperti sorotan lampu.

Di antara mereka ada Kevin yang sedang berbincang santai dengan orang lain.

Saat pandangan kami bertemu, Kevin jelas tertegun sejenak. "Celine."

Pelayan itu menatapnya dengan terkejut. "Pak Kevin, apa dia temanmu?"

Kevin segera menyembunyikan ekspresi terkejutnya. "Nggak bisa dibilang teman. Dia cuma perempuan yang suka menempel pada orang kaya."

Dia berbalik masuk ke tengah kerumunan dan tidak pernah menoleh lagi ke arahku, seolah-olah aku mengotori pandangannya.

Pelayan itu tidak banyak bicara lagi dan langsung mendorongku. "Buruan pergi. Yang datang ke sini semuanya CEO berstatus. Kalau kamu mau cari orang kaya buat hidupi kamu, pergilah ke klub malam."

Kata-katanya makin keterlaluan. Aku menangkap tangannya dan berkata dengan nada dingin. "Aku cuma datang untuk menyelesaikan praktik sosial orang tua dan anak. Setelah pantai ini bersih, aku akan pergi. Kalau sampai menimbulkan kerugian, aku akan menanggungnya sendiri."

Namun, dia malah mencibir. "Kamu sanggup ganti rugi barang-barang di sini? Sebuah gelas anggur saja, meski kamu memungut sampah seumur hidup, kamu nggak bakal mampu menggantinya."

Aku baru hendak menjelaskan ketika Kevin tiba-tiba kembali. "Celine, aku tahu kamu datang demi aku, tapi kita sudah selesai. Apa pun caramu menarik perhatianku, aku nggak bakal tertarik."

"Aku bakal kasih kamu 1 miliar, carilah pekerjaan yang layak dan jangan memungut sampah lagi."

Aku tersenyum enteng tanpa menghiraukannya, lalu terus memungut sampahku.

Diabaikan seperti itu membuat Kevin tidak tahan karena malu, lalu dia mengulurkan tangan dan menarik paksa pakaian kerjaku.

Sret... pakaian kerjaku robek.

Kalung mutiara di leherku ikut terputus olehnya, butiran mutiara berjatuhan ke tanah satu per satu.

Saat itu, Renata yang bermata tajam tiba-tiba menutup mulutnya dan berseru kaget. "Astaga, ternyata kamu jadi simpanan orang lain."

Aku langsung membentak marah. "Bicara ngawur apa kamu?"

Namun, Renata menganalisis dengan wajah serius. "Aku nggak mungkin salah lihat. Kalung di lehermu ini dibeli di lelang tahun lalu oleh seorang pengusaha kaya misterius yang bawa seorang anak. Sekarang kalung itu ada padamu. Kalau bukan simpanan, terus apa?"
توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
9 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status