"Selain karena dia terlalu kasar. Kami temukan kista sebesar lima senti di dekat indung telurnya. Biasanya tidak sampai menimbulkan perdarahan hebat, tapi karena dia benda itu pecah." "Kami sudah mengoperasinya, mengangkatnya, juga membersihkannya. Selain itu ada robekan di area itu. Astaga, Zen. Kau kesurupan setan mana sih?" Penjelasan Sylus ditutup dengan satu kalimat yang membuat Zen garuk kepala. "Jangan bilang karena terlalu enak sampai lupa diri," cibir Andreas. "Dia nantangin, Pa," kilah Zen coba membela diri. Hasil dari protes Zen. Kepalanya kembali terayun ke belakang saat Andreas menampolnya lagi. "Dan kamu dengan gila meladeninya. Astaga, Zen. Dia perempuan, kamu laki. Tubuhnya saja cuma separuh ragamu. Mosok yo kamu tega sama dia." Kali ini Zen bungkam, tidak bersuara sama sekali. Dia terlalu bingung dengan keadaan Valin. Bahkan ketika dia dan yang lainnya diizinkan menjenguk wanita itu, rasanya ada yang aneh dengan hatinya. "Lihat ulahmu," desis Andreas penuh keke
Read more