Pagi hari setelah sesi panas sepanjang malam, adalah waktu yang sangat krusial bagi Valin. Seluruh tubuhnya remuk. Terutama area pinggang, dada juga bagian pribadinya. Meski bagian lain juga nyeri.Zen benar-benar jadi monster jika saatnya tiba. Sentuhan Zen lembut pada awalnya. Namun semua berubah kasar seiring tempo permainan yang memanas. Juga gairah yang mampu membakar Valin hingga tak bersisa.Saat bangun tadi, Valin meringis. Nyaris tak bisa bergerak. Untung hari ini dia libur. Kecuali ada panggilan darurat, Valin bisa beristirahat dengan tenang.Lagi pula tiga hari belakangan, Valin hampir tiap hari pulang terlambat. Zen tidak ada di rumah, lebih baik dia gunakan waktunya untuk bekerja.Andreas juga sedang liburan dengan teman lamanya, Vin. Mereka pergi ke negara asal istri Vin. Dan Vante, akhir-akhir ini sibuk sekali. Mereka makin jarang bertemu, meski satu rumah.Pada akhirnya mereka mengalah. Zen, Valin dan Vante kini tinggal di kediaman Archlight. Meninggalkan The Dream dan
Read more