Home / Mafia / PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA / BAB 221 PEMBALASANKU

Share

BAB 221 PEMBALASANKU

Author: sugi ria
last update publish date: 2026-04-03 22:13:59

Bola mata Kian memicing melihat Xavier mengantar Rosalie pulang. Bak seorang ayah yang tidak rela putrinya punya pacar. Ekspresi wajah Kian tak jauh beda.

"Maaf, Om. Tadi aku pergi sama Ivone. Kemudian dia datang."

Kian mengangguk, sebelum memberi kode pada Rosalie untuk masuk. Tinggal dua pria seumuran saling berhadapan.

"Apa maksudmu mendekati Rosalie? Apa karena kejadian hari itu?"

Paras Kian seperti menahan emosi, tangannya berada di pinggang.

"Kejadian itu hanya awalnya. Aku pun berpikir
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 221 PEMBALASANKU

    Bola mata Kian memicing melihat Xavier mengantar Rosalie pulang. Bak seorang ayah yang tidak rela putrinya punya pacar. Ekspresi wajah Kian tak jauh beda."Maaf, Om. Tadi aku pergi sama Ivone. Kemudian dia datang."Kian mengangguk, sebelum memberi kode pada Rosalie untuk masuk. Tinggal dua pria seumuran saling berhadapan."Apa maksudmu mendekati Rosalie? Apa karena kejadian hari itu?" Paras Kian seperti menahan emosi, tangannya berada di pinggang. "Kejadian itu hanya awalnya. Aku pun berpikir setelah malam itu semua akan berlalu. Tapi ternyata tidak. Aku sepertinya menyukai Rosalie."Kian mendengus. "Setelah sekian tahun mengejar Valin, kamu pikir aku akan percaya. Jangan jadikan Rosalie pelarian."Xavier menarik sudut bibirnya. "Lalu bagaimana denganmu? Aku masih mending, bisa berpaling. Kau? Apa selamanya kau akan jadi orang yang mencintainya dalam diam? Kian, sadarlah.""Dia sudah menikah. Aku tidak tahu perasaan mereka berdua. Tapi yang aku tahu, Valin tidak akan mengkhianati p

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 220 JATUH CINTA

    Manik abu itu berkilat melihat siapa yang berdiri di hadapannya. Benci dan amarah terlihat mendominasi. Namun ada juga secercah kecewa di sana. Valin, perempuan itu bagaimana bisa lebih memilih Zen. Bahkan ketika nyawa Zen nyaris Lucio renggut. Bahkan saat kemungkinan hidup itu hampir tidak ada.Valin, lagi-lagi dengan tangannya sendiri, mengembalikannya. Wanita cantik tersebut dengan sadar membuat sosok yang paling Lucio benci kembali berdiri tegak di hadapannya.Dia benci pada keberuntungan Zen. Dia ingin merebutnya, tapi yang terjadi malah lebih menyakitkan. Sesuatu yang paling dia inginkan, justru balik melawannya.Habis-habisan tanpa pikir panjang. Valin tanpa ragu menyerang Lucio. Tidak peduli jika yang dia hajar adalah seseorang yang sangat mencintainya.Lucio menyadarinya di saat yang krusial. Aneh tapi nyata. Dia jatuh cinta hanya dengan satu tatapan. Seolah dia telah lama mengenal Valin."Menyiksaku? Ini jauh lebih baik dari siksaan manapun yang pernah kuterima."Lucio ters

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 219 CUKUP MENYIKSAMU

    "Lin, kamu kenapa?" Wajah Alvin berubah panik. Apalagi setelah itu Valin muntah darah. Semua orang histeris melihatnya. Alvin buru-buru menggendong Valin yang tidak sadarkan diri ke sofa. Tidak ada brankar kosong tersisa. Pasien bahkan memenuhi lorong IGD. Menunggu kondisi lebih stabil untuk dipindahkan ke bangsal atau dipulangkan."Lin, ada apa denganmu?" Tanya Alvin kebingungan.Dia baru akan memeriksa ketika dua orang mendekat. "Hei, kalian siapa? Itu apa?" Alvin coba mencegah keduanya saat ingin menyuntik Valin.Tidak ada jawaban, hanya tatapan tajam penuh peringatan yang membuat Alvin mundur teratur. Dia bergidik ngeri waktu melihat senjata api terselip di pinggang keduanya."Ini Effronde. Laporkan pada tuan Lestrange."Sosok yang tak lain adalah Teddy memberi perintah. Pria satu lagi langsung merespon.Di ujung sana, Sylus seketika menggebrak meja. Dia kecolongan lagi. "Suruh Vante dan Bryan mencari tahu pelakunya. Aku akan siksa mereka dengan olivander terbaruku."Bunga olea

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 218 SE-AMAZING ITU

    "Kau sudah bisa pakai celana sendiri. Jangan memaksaku!""Siapa bilang? Lihat, aku masih kesulitan menunduk. Sakit, Michele. Ayo, aku gak mau rugi bayar kamu!"Michele melirik judes pada Mark. Sosok yang membuatnya stres seminggu ini. Ada saja ulah Mark untuk membuatnya blingsatan, marah juga memaki tanpa henti.Hal paling menyebalkan adalah ketika dia harus membantu Mark memakai celana. Bisa dibayangkan seperti apa salah tingkahnya Michele."Kenapa kamu aneh begitu. Bukannya kamu sudah biasa melihat punya pacarmu."No komen! Michele pilih fokus pada tugasnya yang sungguh menyiksa. Dia diam saja sampai Mark komplit memakai pakaiannya.Percayalah, butuh usaha ekstra kuat bagi Michele untuk menyelesaikannya. Dan itu terjadi berkali-kali. Michele mungkin sebentar lagi akan meledak.Gadis itu membuka laptop dengan kasar, memeriksa lamaran kerja yang dia kirim ke banyak perusahaan.Sudah seminggu, tapi tak satupun merespon. Michele menghela napas. Dia tidak kekurangan uang, Mark membayar g

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 217 THAT'S THE POIN

    "Dia suamimu bukan?"Valin nyaris tersedak, sebelum akhirnya mampu menguasai diri. Tentu saja, dokter Keith tahu hubungan dirinya dan Zen. Tinggal menunggu waktu hingga Alvin mengetahui faktanya."Kian Egan, cuma pion untuk mengalihkan perhatian. Kenapa? Kamu takut orang akan menggunjingkan soal kamu dan Zen.""Tidak juga. Aku hanya belum siap go publik.""Padahal kalau kamu buka statusmu, tidak akan ada yang berani padamu. Zen pemilik rumah sakit, siapa yang punya nyali menyinggungnya.""Masalahnya tidak semua orang tahu siapa Zen. Mereka hanya tahu kalau Zen pasien biasa."Alvin menggaruk kepalanya. Benar juga. Posisi Zen saat ini hanya diketahui oleh petinggi rumah sakit. Juga beberapa orang tertentu. Ayahnya saja baru tahu kemarin saat Zen dilarikan ke sektor satu. Melihat kepanikan Kian, dokter Keith jadi bertanya-tanya siapa Zen sebenarnya. Hingga dia mendengar dari percakapan Kian dan Sylus yang kebetulan lewat di depannya. Keduanya menyebut Zen pemilik rumah sakit. "Benar ju

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 216 GOSIP

    "Aku akan memeriksanya.""Bagaimana lukamu?""Sudah lumayan. Tapi ini benar-benar sakit. Lucio, akan kupatahkan tulang rusuknya satu persatu."Kata Mark dengan gigi bergeletuk menahan emosi. Lucio, nama itu benar-benar membuat darahnya mendidih karena amarah.Tak berapa lama bel unit Michele berdentang. Perempuan yang tengah memasak di dapur itu melongokkan kepala. "Bukalah, asistenku datang membawa keperluanku.""Kau berencana tinggal di tempatku?"Mark mengangkat kepalanya mendengar pertanyaan Michele."Lalu, apa kau sudi pindah ke tempatku? Percayalah tempatku seratus kali lebih baik dari ini," cibiran terasa sekali dalam kalimat Mark."Tidak mau!" Michele menolak, dia pilih membukakan pintu. Menerima satu koper juga sebuah laptop yang Michele tahu harganya mahal.Dia sesaat tertegun melihat koper pakaian Mark."Berapa lama kau akan tinggal di sini. Ingat, aku hanya cuti dua hari.""Kau berhenti dari pekerjaanmu."Michele melotot. "Aku tidak pernah mengundurkan diri. Bagaimana bi

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 122 LILY OF THE VALLEY

    Valin dan Vier sempat cemas melihat mobil lain berhenti tepat di hadapan mereka. Namun kepanikan itu berakhir begitu melihat siapa pengemudi kendaraan hitam pekat itu. "Valin! Keluar kamu! Jangan pikir buat selingkuh dari aku!" Yang dipanggil namanya menganga. "Hebat juga aktingnya," kekeh Valin d

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 118 MACHINTOS

    "Ah elah, baru mau juga hidup damai. Sudah disuruh balik lagi ke rumah lama. Zen, aku berhak menentukan jalanku sendiri!""Kau mau jalan sendiri, mau lari, mau tinggal di mana, itu bukan urusanku! Tapi Valin, dia istriku. Dia harus patuh padaku.""Patriarki!" Maki Vante tanpa ragu."Apa kamu bilan

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 134 TIDAK ADA YANG GRATIS

    Zen baru saja keluar dari sebuah sebuah ruangan meeting ketika satu pukulan menghantamnya. Mark langsung menahan sang pelaku yang tidak lain adalah Adrian.Zen sendiri hanya mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Sakit? Hanya pukulan Adrian tidak akan membuatnya tumbang."Kau pembunuh! Audrey menin

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 131 CERAI

    "Percaya? Kau berusaha menghabisi Vante, apa hakmu minta aku percaya padamu!"Valin kian mengeratkan genggaman pada senjata di tangannya. Tubuh Valin gemetar begitu menyadari apa yang dia pegang. Benda itu, benda itu yang telah membuat ayah dan ibunya meninggal dengan tragis. Sylus menyadari reaks

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status