"Lin, Valin. Astaga. Ini yang kena gap selingkuh siapa, yang kelabakan siapa."Zen hanya bisa berkacak pinggang melihat Valin justru diam membisu di sofa. Sambil memainkan ponsel. Tampak santai.Biasanya orang akan bingung menjelaskan, membela diri, mencari pembenaran, bila terciduk "selingkuh"Pria itu "menangkap basah" Valin dan Kian dalam posisi begitu mencurigakan. Bukannya menjelaskan, Valin malah dengan konyol mencium pipi Kian yang langsung membeku di tempatnya duduk."Nah, kalau ini bukan selingkuh. Sebab kamu melihatnya." Begitu kata Valin usai membuat Kian jantungan, nyaris henti jantung."Zen, ini tidak seperti yang terlihat. Jangan salah paham Dia sengaja menggodamu." Kian yang kelabakan menjelaskan. Padahal harusnya Valin yang ketar ketir."Biarkan saja dia salah paham. Lalu aku bisa cerai." Valin tersenyum lebar sambil memandang Zen yang wajahnya merah padam."Jangan mimpi kamu bisa cerai dari aku. Kita lihat saja, sampai sejauh mana kamu selingkuh dari aku."Tangan Ze
閱讀更多