"Selama aku pergi, dia akan membantumu."Asisten Kian menghela napas setelah dipertemukan dengan Jody. Vargas, nama pria itu. Dia mulai mewawancarai Jody, kompetensi apa yang "lelaki" itu miliki."Bagaimana?""Kalau intruksinya begitu, aku yang pusing," keluh Vargas.Kian menggulung senyum. Mau bagaimana lagi. Jody hanya dititipkan sementara. Tidak selamanya akan berada di sana. Itu rencana awalnya."Kan gampang. Kamu urus hal penting. Yang sepele kamu kasih ke dia.""Aku baru ngetes dia. Apa bisa ngerjain lap ....""Permisi, Tuan Vargas. Laporannya sudah selesai, mohon dicek."Vargas terbengong sesaat sebelum memeriksa hasil kerja Jody. Well, excellent. Seperti nama rumah sakit mereka."Good."Senyum Jody merekah. Akhirnya ada yang mengakui kemampuannya di bidang selain menghabisi nyawa orang."Kalau begitu, bisa kamu selesaikan laporan itu."Vargas menunjuk setumpuk dokumen yang terbengkalai. Dia memang kewalahan dengan pekerjaannya. Tapi Kian tidak mau menambah asisten. Kata sang a
Read more