Share

BAB 255 UNTOUCHABLE

Author: sugi ria
last update publish date: 2026-04-21 21:15:02

"Sudah bangun?"

Valin mengucek matanya yang baru terbuka. Saat itulah dia dapati Zen bersandar di kusen pintu menuju ruang kerja lelaki itu. Tangannya terlipat di dada. Sementara ekspresinya penuh ketidakpuasan.

"Sudah siang, tentu saja aku harus bangun."

Jawaban judes Valin membuat Zen lekas mengejar sang istri. Dari sikapnya saja sudah jelas kalau Valin marah padanya.

"Ada apa?"

"Tidak ada!" Valin menghindar ketika Zen menahan bahunya.

Zen menghela napas. "Berapa kali kubilang, jangan kabur k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 286 MELAHIRKAN

    Carry nyaris melayangkan pukulan pada Bryan. Enak saja pria itu minta dilayani di kasur hanya untuk meloloskan keinginan Viona."Enggak sudi.""Ya sudah. Pintu keluar ada di sana." Bryan menunjuk pintu dengan dagunya. Bibir tipis lelaki itu melengkung sedikit. Carry menggigit bibir di tempatnya duduk. Jika dia pulang dengan tangan kosong. Viona pasti akan menangis. Meski diam-diam. Viona terlalu tangguh untuk menunjukkan kelemahannya di depan Carry. Lagi pula ini adalah kali pertama gadis itu mendapatkan barang yang sangat dia inginkan.Sembilan ribu dollar. Kerja sampai patah tulangpun mungkin Carry tak sanggup mendapatkannya. Namun di tangan Bryan, uang sebesar itu terbilang sedikit.MDE adalah salah satu PH (Production House/ rumah produksi) dengan banyak artis besar bernaung di bawahnya.Jumlah series, drama, film juga variety show yang diproduksi sebagian besar sukses di pasaran. Bisa dibayangkan sekaya apa Bryan. Satu hal yang tidak Carry ketahui. Selain CEO MDE, Bryan punya

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 285 MENCARI JALAN PULANG

    "Digugurkan," gumam Valin.Dia masih ada di balkon. The Palace benar-benar tempat yang menawarkan ketenangan yang hakiki. Tidak berisik tapi tetap memberi kesan hangat.Meski sepi tapi nyaman untuk ditinggali. Ditambah hamparan hutan pinus di depan sana. Valin seperti diajak healing tiap saat.Perasaan itu membuat suasana hati Valin terasa lebih baik. Pikirannya jernih meski kelebatan bayangan Zen selalu muncul di benaknya.Di mana dia? Pertanyaan itu datang silih berganti di benaknya. Pria itu, dia suaminya dan dia mencintainya. Kini dalam rahimnya tumbuh buah cinta yang selama ini tak pernah terlintas akan dia miliki."Aku harus apa?" Katanya penuh kebimbangan.Valin masih menerawang ketika pintu kamarnya terbuka. Dia menoleh guna mendapati seorang wanita berambut hitam mendekat ke arahnya.Di tangannya ada dua piring berisi hidangan yang menguarkan aroma yang menggugah selera Valin. Hanya ketika sang wanita telah berdiri di hadapannya, Valin baru menyadari kalau perempuan tadi ham

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 284 DIGUGURKAN

    "Pergi sana!" Jody berniat menutup pintu. Namun Kian menahan benda persegi tadi menggunakan kakinya."Dy, biarkan aku masuk.""He! Siapa kamu bisa masuk ke rumahku.""Aku kan tamu. Masak gak dibiarin masuk.""Aku gak ngundang kamu.""Tamu kan memang gak diundang."Jody melotot mendengar jawaban Kian. Sungguh menyebalkan.Adu dorong pun terjadi. Sudah bisa ditebak siapa pemenangnya. Hanya dengan satu sentakan, Kian memenangkan adu dorong pintu itu.Jody nyaris tersungkur, andai Kian tak menahan pinggangnya."Maaf," kata Kian sambil memperhatikan Jody yang terkejut.Kian tak kalah kaget melihat tampilan Jody. Rambut panjang yang messy tapi seksi. Juga tank top longgar yang memperlihatkan kulit mulus Jody. Sesuatu yang tidak pernah dia lihat sejak mereka kenal tiga bulan ini."Lepas!"Eh! Serba salah Kian jadinya. Dia ikuti Jody yang berjalan dengan langkah limbung ke sofa. Di sana dia langsung mendudukkan diri. Tak peduli pada Kian.Pria itu berdiri diam di tengah ruangan. Memindai tem

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 283 GELOMBANG MASALAH

    "Tekanan yang dia alami pasti sangat besar.""Itu sudah jelas," sambar Arthur.Arthur dan Lexi sedang menunggu Valin ditangani. Wanita itu tidak sadarkan diri dengan darah mengalir sepanjang kaki.Saat ini ada Luis, Max, Sylus dan Iriana di dalam sana. Ditambah seorang dokter kandungan yang turut merawat Valin."Aku heran. Dia mana Zen. Kita sudah melakukan pencarian. Menyisir sungai dari ujung ke ujung. Menggeledah hutan. Mencari via satelit. Tapi dia belum ketemu juga. Dia belum meninggal kan?"Kalimat terakhir dibisikkan oleh Lexi. Dia takut ada yang dengar lalu dia kena tembak. Bagaimanapun keadaan Zen belum pasti. Mereka sepatutnya tidak sembarangan bicara. Termasuk Lexi."Aku pikir belum. Lebih mudah menemukan mayat. Dibandingkan mencari orang yang masih hidup." Arthur memberikan pandangannya."Tapi cari orang mati juga susah. Jika dia terkubur di air.""Mereka akan menemukannya jika Zen telah meninggal. Tapi kali ini, aku yakin dia masih hidup."Bersamaan dengan itu pintu tempa

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 282 BERDARAH

    "Ibu." Teriak Vio dengan wajah berbinar senang. Sejak kemarin dia tak melihat Carry. Kali ini mereka bisa bertemu lebih awal. Biasanya Vio hanya bertemu ibunya saat pagi hari sebelum berangkat sekolah.Carry sering pulang larut malam. Dia akan tiba di rumah setelah Vio tidur."Ngapain kamu di sini?" Carry buru-buru mendekati Vio. Sang putri sudah berganti pakaian. Gaun cantik dengan rambut dikuncir dua. "Nemenin Papa kerja." Telunjuk Vio mengarah pada Bryan yang duduk di balik meja berpelitur mewah. Gayanya sungguh seperti CEO betulan.Ah, tapi Bryan memang CEO MDE. Jadi dia tidak bohong."Sudah makan?""Sudah.""Jangan kentang goreng.""Enggak. Dia makan siang dengan menu komplit sama sayur dan buah. Kamu bisa cek kalau tidak percaya."Jawaban Bryan membuat Carry menoleh. "Apa maksudnya itu?""Aku hanya berbagi tugas denganmu. Kamu sibuk, aku bisa urus Vio.""Ibu mah sibuk terus," protes Vio.Carry mendelik. Sedang Bryan hanya mengangkat bahunya. Seolah ingin mengatakan, "See, aku

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 281 PULANG

    "Bagaimana bisa?"Perkataan Kian yang sedikit meninggi membuat Jody mengerjap. Dia perlahan membuka mata, guna mendapati ruangan bernuansa putih menyambut visualnya.Rumah sakit, Jody yakin itu. Ditambah aroma desinfektan yang lumayan mengganggu indera penciumannya.Dia menoleh, saat itulah dia melihat sosok Kian berdiri membelakanginya. Lelaki dengan punggung lebar terbalut kemeja hitam sedang bicara dengan Mark melalui ponsel."Kiehl dibawa Arthur artinya dia bakal tamat. Lucio sudah pasti mati. Lalu Zen?"Kiehl sudah ditangani. Itu maknanya dia sudah aman. Organisasi tak mungkin memburunya. Jody menghela napas. Rasanya sesak dan menyakitkan. Semua selesai, dan dia bisa pergi. Tepat ketika Jody berusaha bangun. Kala itulah Kian melihatnya. Pria itu lekas membantu, tapi Jody hanya memberinya tatapan tajam penuh peringatan."Maafkan aku," ucap Kian dengan dada sama sesaknya. "Tidak perlu minta maaf. Urusan kita selesai sampai di sini. Terima kasih sudah menolongku.""Apa maksudmu se

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 86 TIDAK VALID

    Di ruang meeting, ada Kian yang berdiri di samping Ronan. Tampak tenang, bahkan setelah Chris Langton datang membawa rombongannya. Lelaki itu tetap datar walau sadar kalau ancaman besar sedang dia hadapi.Di depan mereka, tampak Chris Langton duduk dengan dagu terangkat. Ekspresinya terlihat sangat

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 90 HUBUNGAN SEBENAR

    "Puas apanya?" Jawab Valin seraya melangkah pergi.Tapi Zen lagi-lagi menahannya. "Jangan biasakan lari kalau masalah belum selesai.""Siapa yang punya masalah?"Zen memiringkan kepala. Sikap pria itu sudah tak sedingin dulu. Setidaknya pada Valin. Kalau dengan yang lain, jangan tanya."Masih tidak

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 88 KAMU SELINGKUH? AKU JUGA BISA

    "Dia akan kembali lagi, aku yakin itu." Mark mengingatkan. Lelaki yang akhirnya beraksi di akhir meeting. Mark menghajar anak buah Chris yang ingin menyerang Zen. "Selama kita punya ini. Dia hanya bisa menggertak tanpa berani bertindak." Ronan mengibaskan dua dokumen di tangannya. Surat kuasa dar

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 78 FAKTA MENYAKITKAN

    "Terima kasih atas kerjasamanya, Tuan Archlight."Amy Lee mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Zen. Pria itu ogah-ogahan menyambutnya. Bukannya dia tidak rela menyerahkan separuh EH pada putri Albert Quincy.Tapi yang membuatnya kesal adalah sampai saat akhir. Putri Albert Quincy tidak menunjuk

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status