"Zen, ada sabotase untuk pengiriman ke Masiko."Laporan dari Mark hanya ditanggapi senyum tipis oleh Zen. Pria itu baru kembali ke ruang kerjanya setelah membersihkan diri untuk kedua kalinya.Permainannya dengan Valin berlangsung lumayan lama. Jika saja Valin tidak mengeluh lapar, Zen mungkin belum akan berhenti. Pria itu ingat Valin memang belum makan sejak pulang kerja petang tadi."Tidak perlu cemas. Mereka ingin mengambilnya, biarkan saja."Hitung-hitung balas dendam, berani sekali Xavier Langton menemui istrinya."Kau sudah menduganya?" Mark berubah antusias. Dia seharusnya tahu, Zen selalu menyiapkan back up untuk tiap kesalahan yang dia lakukan.Bad moodnya waktu itu adalah sebuah kesilapan. Zen sadar, Xavier akan melakukan sesuatu untuk membalasnya. Dan terbukti.Tak lebih dari dua puluh empat jam, pria itu telah bergerak. Zen tahu pasti, Xavier telah lama menantikan hal ini. Momen di mana Xavier bisa menyerang Zen, tapi bukan dia yang mulai."Amankan pengiriman melalui jalur
Last Updated : 2026-01-20 Read more