"Bagus kalau kalian saling kenal. Aku tidak perlu mengenalkan kalian lagi," seloroh dokter Keith, pria itu kembali ke kursinya."Papa, dia yang kuceritakan waktu itu," kata Alvin."Papa?" Valin merespon tidak percaya."Iya, dia papaku," aku Alvin sambil menggaruk kepala. "Tapi di rumah sakit ini tidak ada yang tahu selain kamu. Aku tidak mau dituding mendompleng nama papaku," lanjut Alvin."Menghindari nepo ya," tuding Valin setengah tertawa."Aku tidak mau mendapat perlakuan istimewa karena papaku pimpinan divisi bedah jantung.""Kalau kamu tidak diperlakukan istimewa, awas nanti kamu akan dibuli," balas Valin lagi-lagi dibarengi tawa."Separah itu?" Alvin bertanya dengan ekspresi tidak percaya."Beberapa orang memang melakukannya. Masalahnya dokter Valin adalah salah satu korbannya," info dokter Keith."Benarkah? Wah, ini keterlaluan!" "Tapi jangan cemas. Dia sudah bisa mengatasinya." Dokter Keith menaikturunkan alisnya."Dokter bisa saja," kekeh Valin tak enak hati.Dia tahu, gosi
Last Updated : 2026-01-24 Read more