Darrel memanfaatkan kesempatan itu untuk menumbukkan tubuhnya berkali-kali. Jika tadi aku hanya menyadari siluetnya yang menonjol, kini setelah dia menempel erat, aku bisa merasakan dengan jelas betapa keras dan kokohnya dia.Secara naluriah, tubuhku ingin bersandar padanya. Namun, aku tetap berusaha menahan diri dan berkata, "Kamu, cepat turunkan aku!"Pria di belakangku terkekeh pelan."Bu Merry mau bantal yang mana? Aku gendong saja, lalu lihat ke atas sana."Belum sempat aku menolak, lengannya yang kuat sudah mengangkat tubuhku, memosisikanku tepat di depan bagian paling atas lemari pakaian.Lengan yang menyangga bokongku itu terasa sangat panas.Pria ini, kenapa seluruh tubuhnya bisa sekeras dan sepanas ini?Dengan gugup, aku meraih dua buah bantal dan memintanya menurunkanku. Namun, aku tidak menyangka, dia justru langsung menjatuhkanku ke atas tempat tidur. Gaun tidurku tersingkap ke atas hingga menutupi wajahku.Aku buru-buru ingin menyingkapnya, tetapi aku merasakan embusan
Read more