Short
Suamiku Menghinaku Seperti Sapi Perah

Suamiku Menghinaku Seperti Sapi Perah

By:  Yellow PocketCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
8Chapters
1.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pemuda itu dengan mudah mencengkeram pergelangan tanganku dan mengangkatnya ke atas kepalaku. Tangan lainnya bergerak lancang di pinggangku. Lalu menyusup masuk dari balik keliman baju, meremas kulit di baliknya dengan berani. "Bu Merry, aku mohon padamu." Suaranya penuh godaan, hampir menghancurkan akal sehatku. "Pak Harvey bertanggung jawab memberikan ilmu padaku. Jadi, apa Bu Merry bisa memberiku yang lain?" Tangannya akhirnya berhenti di dadaku yang penuh. Dengan putus asa, aku menyadari bahwa akibat perbuatannya, ASI-ku yang memancar deras telah membasahi jari-jarinya...

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Merry, usia 34 tahun. Aku sudah menikah dan memiliki putra berusia lima bulan.

Sejak melahirkan bayi kecilku, rasanya ada api tak kasat mata yang menyala di dalam tubuhku dan tak pernah bisa padam.

Saat menyusui, tubuhku sering terasa mati rasa. Rasa panas itu akan merambat naik sepanjang tulang belakang.

Dadaku sering membengkak hebat, membuat bajuku selalu berbau manis yang amis.

Saat aku di luar rumah, tatapan pria-pria di sekitarku seolah memiliki kail yang ingin menguliti pakaianku.

Secara fisik, kondisiku memang tidak buruk. Tubuhku bisa dibilang sangat berisi.

Setelah melahirkan, alih-alih kehilangan bentuk, tubuhku justru menjadi lebih padat berisi.

Larut malam, setelah anakku terlelap, aku membalikkan badan dan merapatkan tubuh ke punggung suamiku, Harvey Karta. Tanganku bergerak turun dengan gelisah.

Tubuhnya menegang sesaat. Dia mencengkeram pergelangan tanganku dan mendorongku menjauh.

"Bau susu di mana-mana, sampai tumpah ke badanku. Nggak nyaman sekali."

Suaranya penuh ketidaksabaran saat melanjutkan, "Jangan macam-macam. Besok mahasiswaku akan menginap di sini selama beberapa hari. Cepat tidur."

Aku terdorong kembali ke sisi ranjang yang lain. Celah kosong yang memisahkan kami terasa sangat dingin hingga membuat hatiku gelisah.

Keesokan harinya, aku bangun dengan kepala yang terasa berat.

Saat aku mendorong pintu kamar mandi, suara gemercik air di dalam tiba-tiba berhenti.

Seorang pria asing bertelanjang dada sedang berdiri menyamping membelakangiku.

Bahunya lebar, pinggangnya ramping, dengan garis otot yang terlihat jelas dan tegas.

Pria itu sedang mengguyur lehernya dengan air dingin. Butiran air mengalir menyusuri punggungnya yang kokoh sebelum menghilang di balik pinggang celananya yang basah kuyup.

Tenggorokanku mendadak kering, aku menelan ludah.

Dia berbalik, butiran air terciprat ke wajahku.

Wajahnya sangat tampan, dengan sudut mata dan alis yang menyiratkan sisi liar yang sulit diatur.

Jantungku berdetak tak keruan.

Aku mematung di ambang pintu, bingung harus meletakkan tangan dan kakiku di mana.

Namun, dia justru melangkah lurus ke arahku.

"Halo, Bu Merry. Saya Darrel Tudis, mahasiswa Pak Harvey."

Dia sangat tinggi. Saat berdiri di depanku, aroma hormon pria muda menusuk hidungku dengan dominan.

Kakiku terasa lemas. Rasa panas dan kesemutan yang familier itu kembali merayapi bagian terdalam tubuhku.

Aku refleks mundur, tetapi pinggang belakangku ditahan oleh sebuah tangan besar yang hangat.

"Hati-hati, Bu Merry. Di belakangmu ada tembok."

Dia memegang tanganku, suaranya terdengar berat dan dalam.

Tatapanku tak terkendali dan meluncur ke arah celananya yang basah kuyup. Di sana, sebuah siluet terlihat sangat jelas.

Pipiku seketika terbakar.

Bagaimana bisa ada alat sebesar itu?

Tiba-tiba dia menunduk, mengendus pelan di sisi leherku, lalu menghela napas puas.

"Aroma tubuh Bu Merry enak sekali, wangi susu."

Aku baru menyadari bahwa baju tidur di bagian dadaku sudah basah kuyup karena ASI yang merembes.

Seperti tersengat listrik, aku mendorongnya dan berbalik ingin lari.

Namun, kakiku tidak mau berkompromi. Tubuhku limbung dan jatuh tepat ke pelukannya.

Dia sigap merangkul pinggangku. Dada bidangnya terasa sangat panas.

Telapak tanganku menyentuh lengannya yang keras, membuat seluruh tubuhku gemetar.

Sudah berapa lama tidak ada pria yang memelukku seerat ini?

Aku tak tahan lagi. Sebuah erangan parau keluar dari tenggorokanku, yang segera kututup dengan tangan karena malu.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status