Mendengar pengakuan yang begitu rapuh dari salah satu pria paling ditakuti di kekaisaran itu, seulas senyum lembut perlahan mengembang di bibir Sienna. Bukannya gentar, pandangan mata Sienna justru terlihat semakin penuh tekad.Perlahan, Sienna mengangkat kedua tangannya, menangkup rahang tegas Lucian yang terasa dingin. Ibu jarinya mengusap pipi pria itu dengan penuh kelembutan."Benarkah?" bisik Sienna pelan, menatap lurus ke dalam sepasang mata merah yang sedang dilanda badai keraguan itu. "Tapi Tuan Duke... entah mengapa, sejak saya mengenal Anda... saya justru jadi jauh lebih berani."Lucian tertegun. Napasnya tertahan sejenak. Ia menatap wajah wanita di hadapannya, mencari keraguan atau kebohongan di sana, namun yang ia temukan hanyalah keyakinan. Perlahan, awan mendung yang sejak tadi menggelayuti kepala Lucian memudar, digantikan oleh rasa hangat yang menjalar di dada.Seketika, seulas senyum tipis yang memukau terbentuk di bibir Lucian. Gurat kelelahan di wajahnya mengendur
Ler mais