Sekumpulan wartawan mengerumuni pintu depan rumahku, menyebabkan para tetangga menelepon dan mengeluh. Kenzo sibuk menjawab panggilan dari media dan tetangga, dan akhirnya, kesabarannya habis. "Para wartawan itu datang sendiri! Apa ini bisa jadi kesalahanku?" "Kalau kau kesal, pindah saja ke lingkungan lain, atau usir mereka sendiri. Jangan datang padaku, sialan!" Dia melampiaskan kekesalannya ke telepon, lalu ambruk ke sofa sambil terengah- engah. Aku dan Sophia mengamati dari lantai dua. Dia menyeringai, "Kenzo akan segera kehilangan kendali." Aku terkekeh, "Tunggu saja, pertunjukan sebenarnya belum dimulai!" Mendengar itu, rasa penasaran Sophia semakin meningkat. Tak lama kemudian, pintu dibuka dengan kasar, dan beberapa orang menerobos masuk. Itu Earl dan Karin, bersama Renee! "Kenzo, di mana si jalang Ariana itu?" Mereka menerobos masuk, tampak seperti siap membunuhku. Kenzo, yang masih duduk di sofa, memijat pangkal hidungnya karena frustrasi. "Sekarang bagaimana?"
Read More