Kenzo dan Karin saling bertukar pandang, tatapan mata mereka dingin. Kemudian Kenzo menendang perut Elora, membuatnya terpental kembali ke dalam rumah. Pada saat itu, kami hanya bisa mendengar suara- suara, bukan melihat kejadiannya. Kami mendengar Elora merintih, "Bayiku, bayiku." Kami bertiga saling bertukar pandang, "Mungkinkah Elora hamil lagi?" Lalu kami mendengar Karin dan Kenzo berkata, "Elora, si jalang itu, hamil lagi. Apa yang harus kita lakukan, Kenzo?" Kenzo, dengan ekspresi muram, menatap pemandangan di dalam, "Tutup pintunya dulu, jangan sampai ada yang melihat." Setelah itu, keduanya masuk ke dalam, benar- benar mengisolasi diri dari suara di luar. Pertunjukan telah usai. Aku menghela napas, bertanya- tanya apakah karena aku seorang ibu sehingga aku merasa kasihan pada bayi di dalam perut Elora. Anak ini seharusnya tidak dikandung oleh Elora, dan tidak akan berakhir seperti ini. Mungkin karena tahu apa yang kupikirkan, Sophia menepuk bahuku, "Jangan sedih. Jan
Baca selengkapnya