Akan tetapi, di balik ucapannya yang kasar … Liora tahu, di sana ada sesuatu yang lain. Perhatian, kepedulian, cara Steven yang sangat kasar di mulut, lembut diam-diam.Liora duduk, mengembuskan napas, mencoba meredakan wajahnya yang masih panas.“Kamu itu … menyebalkan,” gumamnya.Steven menatap Liora tanpa ekspresi yang jelas. “Aku harus pergi ke rumah sakit hari ini. Kau mau mengantarku atau tidak?”Liora tertegun. “Kenapa mendadak seperti itu? Kau biasanya tidak pernah meminta diantar,” ujarnya bingung. “Aku bahkan masih sibuk mengurus persiapan pernikahan kita besok.”Steven mengangkat alis, wajahnya tetap tenang, tetapi ucapannya tegas. “Seharusnya kau bertanggung jawab atas apa yang terjadi semalam.”Jantung Liora berdebar. “Apa yang … terjadi semalam?” tanyanya pelan, nyaris berbisik.Steven tidak langsung menjawab. Ia hanya menatapnya lama, tajam, seolah menunggu Liora mengingat sesuatu yang penting. Diamnya ter
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-26 อ่านเพิ่มเติม