Dua minggu kemudian, putusan pengadilan diumumkan.Daniel dijatuhi hukuman mati.Ibuku dijatuhi hukuman penjara seumur hidup disertai pencabutan hak politik seumur hidup.Mungkin dengan terpenuhinya balas dendamku, arwahku menjadi bebas. Aku bisa pergi ke mana pun aku mau, tidak lagi terkurung di sisi ibuku.Di hari-hari terakhirnya, Daniel dikuasai oleh rasa takut akan kematian. Dia bahkan selalu menumpahkan makanan yang dibawakan polisi untuknya setiap hari.Dalam waktu kurang dari seminggu, tubuhnya terlihat menyusut drastis.Jika ini terjadi pada saat dahulu, Ayah, Ibu, dan kakakku pasti sangat sedih dan merasa kasihan. Namun kini, tak seorang pun mau datang mengunjunginya.Pada hari eksekusinya, arwahku melayang tenang di langit dan menyaksikan. Sesaat setelah kematiannya, arwahnya sepertiku, melayang keluar dari tubuhnya. Dia menatapku dengan ketakutan, "Kak Aldo, maafkan aku, aku tahu aku salah, tolong jangan bunuh aku, tolong jangan bunuh aku ...."Aku tersenyum tipis, "Bukanka
Read more