Tanpa perlu bertanya, Rachel tahu bahwa Sean pasti sudah berdiri di luar cukup lama. Ini memang sudah sangat larut. Namun, setelah melihat Sean, Rachel langsung terjaga. Sekarang, Sean sering datang ke rumahnya. Jadi, dia telah mengisi kamar tamunya dengan banyak barang-barang pria, termasuk pasta gigi baru, pisau cukur, dua set piama, dan sebagainya."Aku perhatikan kamu suka pakai piama sutra hitam. Jadi, aku belikan dua model berbeda." Rachel dengan lembut menyerahkan barang itu kepada Sean. Merawat orang lain sudah menjadi kebiasaannya. Tak disangka, Sean terdiam sejenak ketika melihatnya. Dia menatap Rachel dengan mata dipenuhi campuran emosi yang kompleks."Kapan ... kamu siapkan semua ini?""Aku pergi membelinya saat istirahat makan siang. Aku sudah melihat-lihat ke beberapa toko dan membandingkan bahannya. Kurasa, kedua set ini mirip dengan yang biasa kamu pakai," jawab Rachel dengan santai, seolah-olah itu hanyalah masalah sepele.Rachel sudah terbiasa mengurus segala sesuat
Read more