"Aisha, berhentilah melawan, karena aku ini adalah dosen yang wajib kamu hormati!"Alih-alih mengakui kesalahan, dosen muda itu justru malah memutar kesalahannya pada Aisha. Aisha sempat membeku selama beberapa detik, seperti merasa jika reaksi sang dosen yang membuatnya merasa bersalah adalah hal yang tidak benar.Namun karena faktor usia Aisha yang mungkin masih terlalu belia, gadis itu belum mampu mencerna ketidakbenaran itu dengan tepat, meski di dalam bidang akademik, dia adalah gadis yang jenius.Jadi akhirnya, gadis itu menganggap jika reaksi dan perkataan dosennya mungkin adalah benar. Karena selama dua tahun belajar di kampus, ajaran mahasiswa harus menghormati dosen begitu melekat, bahkan sampai mendarah daging hingga ke pikiran bawah sadar.Oleh karena itu, meski sempat merasa janggal, Aisha tak punya tempat untuk mengutarakan suara aslinya. Dia hanya bisa menurut dan justru meminta maaf pada Galang."Baiklah, saya meminta maaf, Pak Galang," mohon Aisha dengan lirih, sambi
Read more