"Hah!" Aisha sontak melotot, menatap Nate dengan pandangan tajamnya, membuat Nate langsung bergidik ngeri. "Mana mungkin, Nate?!" Aisha bertolak pinggang. Sementara itu, Elias turut mendukung Aisha. "Ya, benar kata Aisha. Itu nggak mungkin banget. Aisha, kamu memang terlalu polos dan naif." "Apa?! Maksud kamu apa, El?" Aisha menatap Elias. Pemuda itu malah terdiam. Jadi Aisha balik memandang Nate, dan reaksi satu temannya itu pun sama. Nate menunduk, dia ikut merasa terpukul dengan perasaan sesama sahabat yang berujung cinta. Karena dia dan Elias pun tahu, pertemanan dengan lawan jenis tak pernah bisa untuk tak melibatkan perasaan. Jika pun ada, itu pasti adalah kebohongan besar, atau ada satu pihak yang sangat berkomitmen untuk menjaga hati. "Hm, jadi aku harus gimana?" Aisha benar-benar tak tahu harus apa. Dia kembali jatuh ke tempatnya duduk dengan ekspresi termenung. Elias tersenyum saat mendekati Aisha. Dia menepuk pucuk kepala teman gadisnya pelan, lalu menegaskan, " Lakuk
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-29 อ่านเพิ่มเติม