Tidak terasa, perbincangan sarat akan analisis spiritual dan diagnosis medis gaib itu telah menghabiskan waktu hampir dua jam."Dokter, sebelum kita berangkat ke tempat Mbah Rukmi nanti, mari kita makan dahulu," ajak Pak Rio memecah ketegangan. "Mbak Asih, pembantu di villa ini, sudah menyiapkan hidangan khas daerah sini untuk menyambut Anda berdua.""Tidak usah repot-repot, Pak Rio," tolak Dokter Harsha dengan senyum halus."Tidak, tidak, Dokter. Saya harus menjamin semua kenyamanan Dokter di sini demi kesembuhan putri saya. Tolong jangan ditolak," desak Pak Rio bersikeras, wajahnya menunjukkan ketulusan seorang ayah yang sedang putus asa.Akhirnya, Dokter Harsha dan Kukuh menuruti jamuan tersebut. Mereka makan siang di ruang makan villa bergaya kolonial yang dingin itu. Waktu terus merayap hingga jarum jam menunjuk pukul empat sore."Dokter, sebentar lagi kita akan berangkat menuju ke tempat Mbah Rukmi," lapor Pak Rio seraya merapikan jasnya. "Perjalanannya mungkin akan memakan wakt
Read more