Mendapat pertanyaan yang menuntut kejujuran dari sang dalang, Dokter Harsha sama sekali tidak kehilangan ketenangannya. Wajah sepuhnya tetap datar, menyembunyikan badai intrik mematikan yang sedang ia rancang."Ohhh... ini untuk acara syukuran saja, Pak Dalang. Syukuran untuk memperingati hari ulang tahun kelahiran putri Pak Rio," jelas Dokter Harsha, berbohong dengan ekspresi yang sangat natural dan meyakinkan. Tentu saja ia tidak mungkin membeberkan bahwa pementasan ini adalah perangkap gaib untuk menjerat siluman pesugihan purba."Ohhh... inggih, inggih..." Pak Ronggo mengangguk-angguk perlahan, meski sorot matanya masih menyimpan sedikit tanda tanya. "Padatanipun menawi tasyakuran tanggap warsa, ingkang dipun kersakaken menika lakon Gatotkaca Lahir, utawi Punakawan... Nanging mboten menapa-menapa, kula namung ndherek dhawuh panjenengan, Dokter Harsha." (Ohhh... iya, iya... Biasanya kalau syukuran ulang tahun, yang diminta itu lakon Gatotkaca Lahir, atau Punakawan... Tapi tidak apa
Read more