Pikiran Angga melayang ke Santi. *Santi hamil berapa minggu sekarang? 13 minggu? 14 minggu? Apa dia sudah USG lagi?*"Sudah, Pak. Terima kasih," perawat mengambil bayi itu kembali untuk dibersihkan.Ambar yang masih setengah teler pasca melahirkan, tersenyum lemah. "Mirip Papanya ya..." gumamnya. Maksudnya Papa kandungnya, almarhum suaminya.Angga hanya tersenyum kecut di balik maskernya.Keluar dari ruang operasi, keluarga besar Ambar sudah menunggu. Ada om-tante, sepupu, teman-teman sosialita. Mereka bersorak."Selamat ya, Angga! Jadi Bapak sambung!""Wih, dapet jagoan! Pewaris tunggal perusahaan nih!"Ibu Siska, mertua barunya, menepuk pipi Angga pelan—sikap yang agak merendahkan. "Makasih ya, Angga. Kamu udah jagain Ambar. Tugas kamu sekarang makin berat lho. Harus jagain cucu saya, pewaris harta keluarga kami. Jangan sampai lecet.""Iya, Ma," jawab Angga sopan."Nih, hadiah buat kamu," Ibu Siska menyelipkan sebuah kunci mobil ke saku baju operasi Angga.Angga kaget. Ia menariknya
Last Updated : 2026-02-13 Read more