"Cukup!" Angga berteriak. Suaranya pecah. "Cukup, Mbar! Kamu menghina aku boleh, tapi jangan bapakku! Aku nggak nyuri! Periksa badanku! Periksa rumah ini! Silakan!"Ambar memberi isyarat pada dua sekuriti itu. "Geledah rumah ini.""Mbar, ini rumah orang tua aku! Nggak sopan!" Angga mencoba menghalangi."Minggir!"Dua sekuriti itu masuk, mengaduk-aduk ruang tamu, masuk ke kamar Bu Ratih yang sedang sakit. Bu Ratih menjerit ketakutan melihat orang asing masuk."Jangan! Tolong! Rampok!" teriak Bu Ratih.Angga berlari memeluk ibunya. "Jangan sentuh Ibu saya!"Sepuluh menit kemudian, sekuriti keluar dengan tangan kosong."Nihil, Bu. Nggak ada barang bukti."Ambar mendengus kesal. Ia tidak minta maaf. Ia hanya menatap Angga dengan jijik."Oke, mungkin kali ini kamu lolos. Atau kamu udah jual ke penadah. Awas ya Angga, kalau ketahuan. Mulai malam ini, kamu jangan injak rumah aku dulu sampai kamu ngaku! Tidur sini aja sama ibumu yang penyakitan itu!"Ambar berbalik, masuk ke mobil mewahnya, d
Last Updated : 2026-02-17 Read more