Jay mengepalkan tangan, rahangnya mengeras sambil menarik napas dalam-dalam. Pria itu sedang berusaha keras menahan emosi, ia menoleh pada Nina yang sudah tampak ingin pergi."Bang Jay, sebaiknya kita cari toko lain saja," bisik Nina sambil mencoba menarik tangan Jay. "Ayo kita pergi!"Jay tak bergeming. Ia masih menahan emosi dan hal itu membuat Nina ingin menangis akibat malu."Bang Jay, semua orang dan pelayan di butik ini sama sekali tidak ramah terhadap kita, jadi untuk apa lagi kita terus ada di sini" tanya Nina, setengah merengek.Nina memberanikan diri untuk menarik ujung jaket Jay. "Bang Jay, ayo kita pergi saja.""Justru sikap mereka itulah yang membuat tempat ini terasa semakin menarik," ujar Jay, tak menghiraukan ajakan Nina. "Cepat kamu pilih gaun dan barang apa saja yang kamu inginkan. Mengingat saat ini kamu adalah calon istriku, jadi aku akan membelikan semua untukmu."Deg! Jantung Nina seakan mau copot.Nina segera menepis angan-angan gila itu lagi."Aku tidak mau pe
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-27 อ่านเพิ่มเติม