Nina tercekat sekali lagi. Dia sungguh tak menyangka kalau Jay memiliki kartu hitam ekslusif yang hanya dimiliki oleh kaum kelas atas saja. Ia pun bertanya-tanya dalam hati, sebenarnya seberapa banyak dan dalam rahasia pria ini."Dan ingat untuk membungkus gaun itu juga!" perintah Jay, tegas dan menakutkan."Ta--tapi ... tapi gaun itu!" Rani menggigil ketakutan, hatinya merasa bingung."Kamu tidak perlu khawatir kalau orang itu datang ke mari dan mencari gaunnya. Tinggal kamu katakan saja bahwa aku, tuan muda kedua dari Keluarga Anggara, orang yang sudah membelinya," ujar Jay, tenang.Jay lalu duduk seenaknya di atas sofa, menyalakan sebatang rokok dan mulai menikmatinya dengan santai.'Tuan Muda Anggara?' Rani Simbolon merasa tidak mengenal nama ini, tetapi ia mengingatnya dalam hati."Ba--baiklah." Rani mulai menyiapkan alat penggesek dan mulai mengoperasikannya, sedangkan pelayan lain mulai sibuk melayani Nina.Mata Rani terbelalak lebar, seperti hendak melompat dari rongganya keti
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-02 อ่านเพิ่มเติม