Emir memberitahu Raana, jika Sofia akan menginap beberapa hari. Tentu Raana tidak keberatan, bagaimana pun Sofia adalah Mama Emir, meski tiri.“Kamu nggak masalah?” tanya Emir memastikan.“Nggak Mas, santai saja. Dia kan Mama kamu.”“Mama tiri.”“Mas, jangan begitu. Kata kamu dia yang ngerawat Papa kamu, waktu sekaratnya dulu.” Emir akhirnya memang menceritakan pada Raana, bagaiamana Sofia ketika masih menjadi istri papanya.“Dia begitu karena mau harta Papa, sayang.” Emir dengan pendapatnya.Raana menyentuh bahu sang suami, “Mas, kalau Tante Sofia mau harta Papa saja. Dia akan pergi waktu Papa sakit, Mas. Kenyataannya enggak kan?”“Kalau dia pergi, justru dia nggak akan dapat hartanya, sayang.”“Mas ih, kamu pikirannya negative saja.”“Enggak ada yang positif di dia, sayang.”Raana tergelak, terlalu lucu wajah sang suami saat sedang kesal.“Kok kamu malah ketawa sih,” Emir mencebik, namun tangannya menggelitiki pinggang sang istri.“Mas ih,, udah ah geli.. Mas..” jerit Raana karena E
Magbasa pa