Emir duduk di kursi roda, wajahnya tampak lelah meski dokter sudah memastikan kondisinya sehat. Namun, keluhan muntah-muntah yang terus menghantuinya tak kunjung reda.“Dok, saya sering muntah di pagi hari, apalagi kalau mencium aroma yang menyengat,” ucapnya pelan, nada suaranya penuh kelelahan dan sedikit putus asa. Mata dokter yang menatap serius tak mampu memberikan jawaban pasti.“Berdasarkan pemeriksaan, tidak ada tanda penyakit serius. Mungkin ini gangguan pencernaan, tapi kita akan pantau terus,” jawab dokter dengan nada hati-hati.Setelah dua hari dirawat, Emir kembali ke rumah dengan perasaan campur aduk—lega sekaligus bingung. Tubuhnya masih sering melemah, dan muntah tetap datang tanpa ampun.Saat makan, nafsunya hampir hilang, setiap suapan terasa berat di tenggorokan. Di dapur, Bik Laila, pelayan setia yang sudah mengenal Emir sejak lama, tak bisa menahan godaannya. “Loh pak, biasanya suka ayam serundeng.”“Baunya saya nggak tahan. Ganti makanan lain,” sahut Emir menutup
Read more