Tidur di ruang depan, beralasan tikar membuat tubuh Raana sakit. Namun dia tidak mengeluh, tidak enak pada Mbak Ning yang sudah mau menampungnya.“Ran, aku mau kerja nanti sore. Sekarang mau antar anak sekolah dulu, kamu kalau mau nyarap di dapur sudah ada.”Raana jadi tidak enak hati, dia bisa beli sendiri padahal. “Mbak, aku ngerepotin. Makasih ya.”“Sudah, jangan sungkan. Oh ya, rencana kamu apa sekarang?”“Humm.. Kayanya aku mau cari kontrakan sama kerjaan mbak. Kalau bisa dapat barengan kan lumayan,” kata Raana.“Pokoknya kamu di sini dulu, sampai dapat ya.” Mbak Ning cukup baik padanya, Raana jadi bersyukur memiliki teman sepertinya.Setelah Mbak Ning berangkat, Raana ke dapur. Melihat nasi goreng tanpa telur, selera makannya hilang.“Ampun kenapa jadi pengen makan ayam rica-rica sih,” desah Raana.Tapi, untuk mengisi perut Raana makan saja sedikit. Lalu gegas mandi, mau berkeliling mencari tempat tinggal baru.**Raana menatap papan pengumuman hasil seleksi kerja di restoran i
Read more