MasukBelum resmi menyandang status janda, malah pergi ke klub malam dan berakhir dengan pria tampan yang tidak dikenal di hotel. “Permainannya luar biasa..” Namanya Raana, tapi bukan kepanjangan dari ‘merana’, tapi kenapa hidupnya merana. Ah.. Sudah diceraikan suami karena selingkuh dengan temannya sendiri, kini Raana harus menghidupi dirinya, dengan bekerja. Dia cantik, hanya saja menikah lima tahun sibuk dirumah. Terlena dengan kemageran, tidak sadar suaminya main gila dibelakang. Menjadi janda tanpa anak, dengan dompet yang menipis karena tidak mau menerima sesenpun dari mantan suami. Raana mencari pekerjaan, namun dia harus merubah penampilannya dulu yang membesar akibat terlalu lama berleha-leha. Raana cantik setelah resmi bercerai, mendapat pekerjaan dan harus berurusan dengan pria antagonis yang sempat menjadi teman tidurnya satu malam. “What, dia boss di sini. Alamat langsung dipecat gue!” seru Raana melihat mantan teman kencannya. Mampukah Raana bertahan bekerja di sana, tidak mau jadi pengangguran, dia pun memilih bertahan. **
Lihat lebih banyakBeberapa hari kemudian, setelah kelengkapan berkas dan semua bukti yang ada. Hendra resmi ditahan, sedangkan Vina tidak dipenjara, tapi ditempatkan dalam pengawasan hukum dan rehabilitasi perusahaan. Kantor Emir tidak lagi ramai dengan bisik-bisik investigasi. Semua kembali berjalan… tapi tidak benar-benar sama.Karena beberapa nama sudah hilang dari sistem, Vina dan Hendra.Hukuman yang Vina terima ini, atas permintaan Emir, karena dia tidak mau merusak hubungan baik dengan keluarga mantan istri. Namun dengan konsekuensi, Vina pindah dari semua asset Emir.Di luar gedung, hujan turun pelan, Raana berdiri di samping Emir. “Akhirnya selesai juga.”“Ya sayang, aku hanya ingin hidup tenang sama kamu dan Alesha. Aku sangat merindukannya, jadi jarang bermain dengannya karena masalah ini.”Raana memeluk suaminya, dia tahu bagaimana suaminya merindukan masa dengan sang putri. Sayang, kesibukan Emir yang satu ini tidak bisa diganggu gugat. Bahkan oleh Raana sekalipun.“Oke, bagaimana kalau k
Hendra berdiri pelan dari aura wajahnya tidak tergesa, tidak panik. Malah terlalu tenang dalam pikiran Emir. Seolah semua yang terjadi di ruang direksi itu sudah ia perhitungkan sejak lama.Emir menatapnya tanpa berkedip.Raana merasakan udara di ruangan itu berubah—lebih berat, lebih dingin, seperti seseorang baru saja membuka pintu yang seharusnya tetap terkunci.Hendra tersenyum tipis, “Jadi ini akhirnya.”Roni langsung memberi isyarat ke tim legal di belakang. “Pak Hendra, kami masih butuh klarifikasi Anda.”Hendra mengangkat tangan sedikit. “Tidak perlu formalitas.”Ia duduk kembali, lalu menatap Emir. “Kamu selalu seperti ini, Emir. Cepat percaya pada data… tapi lambat melihat pola.”Emir tidak terpancing, “Aku tidak datang untuk debat. Aku datang untuk kebenaran.”Hendra mengangguk pelan. “Dan kamu sudah menemukannya.”Hening.Raana menatap Emir sekilas, lalu kembali ke Hendra.“Kenapa semua ini?” suara Raana tenang, tapi tegas.Hendra meliriknya. “Kamu istri yang menarik.”Emi
Di ruang rapat utama, Perusahaan Kharis.Emir sudah duduk dengan Raana di sampingnya. Juga Roni dan tim legal di seberang.Pintu terbuka, Vina masuk. Nampak terkejut karena semua lengkap, habislah dia ini.Langkahnya pelan, tapi matanya langsung bertemu dengan Emir.Satu detik.Dua detik.Emir tidak menatap dengan marah, tidak juga dengan hangat. Hanya tenang bahkan terlalu tenang.Dan itu justru membuat Vina semakin takut.“Silakan duduk, Bu Vina,” kata Roni.Vina duduk.Sunyi.Lalu Emir membuka suara pertama. “Vina…”Suara itu membuatnya sedikit menegang.“Saya tidak di sini untuk menghukum kamu.”Vina menatapnya cepat. “Ma-maksud kamu?”Emir melanjutkan pelan. “Saya hanya ingin tahu satu hal. Apa yang sebenarnya terjadi di Singapura?”Ruangan itu hening.Dan untuk pertama kalinya…Vina tidak langsung menjawab. Tangannya gemetar di bawah meja.Karena ia sadar…Kalau ia bicara sekarang…Semua orang yang selama ini bersembunyi di baliknya akan ikut jatuh.Dan jika ia diam…Emir akan m
Pintu Ruang Rapat C terbuka perlahan. Vina langsung berhenti di ambang pintu, perasaannya sungguh tidak enak.Di dalam ruangan itu, Roni duduk bersama dua orang dari tim Legal dan HRD. Suasana tidak lagi seperti “evaluasi biasa”.Ini terlalu sunyi.Terlalu resmi.Terlalu dingin.“Silakan duduk, Bu Vina,” ujar kepala HRD perusahaan Khalis.Vina melangkah masuk perlahan. Tangannya dingin, tapi wajahnya dipaksa tetap tenang.“Ada apa ya, Pak?” tanyanya pelan.Kepala HRD membuka map di depannya.“Kami sedang melakukan klarifikasi terkait perjalanan dinas ke Singapura.”Vina mengangguk kecil, “Saya sudah jelaskan semua yang saya tahu kemarin.” Vina memang sempat ditanya, namun tidak detail.“Ini hanya evaluasi, kan?” tanyanya kembali.Tidak ada yang langsung menjawab.Kepala HRD menatapnya cukup lama sebelum berkata, “Bu Vina… kami ingin menanyakan sesuatu yang lebih spesifik.”Vina menelan ludah. “Silakan.”Roni menyandarkan tubuhnya ke kursi.“Kenapa nama anda baru masuk dalam daftar pes












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan