Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)

Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)

last updateLast Updated : 2026-05-15
By:  Miss NonceUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 rating. 1 review
42Chapters
829views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Belum resmi menyandang status janda, malah pergi ke klub malam dan berakhir dengan pria tampan yang tidak dikenal di hotel. “Permainannya luar biasa..” Namanya Raana, tapi bukan kepanjangan dari ‘merana’, tapi kenapa hidupnya merana. Ah.. Sudah diceraikan suami karena selingkuh dengan temannya sendiri, kini Raana harus menghidupi dirinya, dengan bekerja. Dia cantik, hanya saja menikah lima tahun sibuk dirumah. Terlena dengan kemageran, tidak sadar suaminya main gila dibelakang. Menjadi janda tanpa anak, dengan dompet yang menipis karena tidak mau menerima sesenpun dari mantan suami. Raana mencari pekerjaan, namun dia harus merubah penampilannya dulu yang membesar akibat terlalu lama berleha-leha. Raana cantik setelah resmi bercerai, mendapat pekerjaan dan harus berurusan dengan pria antagonis yang sempat menjadi teman tidurnya satu malam. “What, dia boss di sini. Alamat langsung dipecat gue!” seru Raana melihat mantan teman kencannya. Mampukah Raana bertahan bekerja di sana, tidak mau jadi pengangguran, dia pun memilih bertahan. **

View More

Chapter 1

1. Perselingkuhan Terkejam

Deg!

Jantung Raana berdegup kencang saat matanya tertuju pada sebuah foto box yang terselip di antara tumpukan pakaian dalam koper suaminya. Dalam foto itu, suaminya, Ghani berdampingan dengan Batari —teman lama Raana—terlihat berdiri akrab bersama suaminya, senyum mereka terlihat terlalu lepas untuk sekadar kenalan biasa. Lebih menyayat hati adalah kedua wajah mereka saling menempel.

“Kok ada foto Mas Ghani sama Batari sih. Ini mereka di mana?” tanya Raana lebih ke dirinya sendiri.

Mereka memang saling mengenal, namun Raana tidak tahu mereka seakrab itu.

“Ih kok bisa sih..”

Raana menggenggam foto itu dengan tangan gemetar, napasnya tercekat oleh rasa penasaran yang membuncah sekaligus ketakutan yang merayap di dada. "Ini gimana bisa ada foto Mas Ghani..." gumamnya pelan, suaranya nyaris tak terdengar.

Dia menatap wajah suaminya yang sedang sibuk mengemasi barang, tapi keberanian untuk bertanya belum juga datang. Raana takut, takut jika pertanyaan itu membuka tabir sebuah kebenaran yang selama ini dia coba abaikan.

Matanya kembali menatap foto itu, bayangan-bayangan keraguan mulai menggerogoti hatinya. Dalam diam, dia merasakan kegelisahan yang menusuk, seolah ada sesuatu yang tersembunyi di balik senyum ramah dalam foto itu—sesuatu yang bisa mengubah segalanya.

“Kamu lama banget sih ambil koper aku!” seru Ghani melihat istrinya hanya diam saja dengan tangan yang sudah memegang koper miliknya.

Raana terperangah, lalu dengan gugup dia memberikan koper itu. “Lelet kamu lama-lama,” cemooh Ghani akan cara bekerja istrinya.

Seolah sudah biasa dengan hal itu, Raana diam saja. Malah bertanya hal lain, “Kamu berapa lama Mas, dinasnya?” tanya Raana pelan.

“Dua minggu.”

“Hah, kok lama Mas. Biasanya paling lama kamu cuma satu minggu saja Mas.”

“Aku lagi dalam masa percobaan naik pangkat. Jadi lebih lama memang, dari biasanya. Lagi kamu ngapain sih nanya-nanya!”

“Aku kan istri kamu Mas. Ya wajar dong aku tanya,” cebik Raana kesal, suaminya malah mempermasalahkan pertanyaannya.

Malas membahas lebih lagi, Raana membantu suaminya.

“Sama siapa saja Mas ke Surabaya?”

Tuh Raana malah bertanya lagi, masih penasaran dia dengan suaminya.

“Ya sama rekan kerja aku yang lain. Masa aku sendirian.” Ghani masih nyolot dalam menjawab istrinya.

Tidak mau memikirkan hal lain, Raana kembali mendiamkan. Lebih baik, nanti dia ceri tahu saja sendiri. Ada hubungan apa suaminya dengan Batari, teman kuliahnya dulu.

*

*

Suaminya dinas keluar kota, sudah biasa memang Ghani pergi bekerja. Selama ini paling lama hanya satu minggu, mungkin benar kata suaminya jika dia sedang dalam masa percobaan naik pangkat.

Ghani bekerja di sebuah perusahaan besar, meski masih di cabang perusahaan. Tapi kantor suaminya besar dan megah. Ghani menjabat sebagai supervisor area, karir Ghani merangkak dari bawah. Dimulai dari magang dan ditarik bekerja di sana, setelah lulus kuliah. Sejak itu, kehidupan mereka membaik.

Merasa masih penasaran dengan suaminya dan temannya. Raana berencana kerumah Batari. Raana sering kerumah itu, tapi sudah lama tidak berkunjung karena Batari sudah bekerja, sedangkan Raana malah menjadi ibu rumah tangga tanpa anak, dan belum lulus kuliah.

Raana berdiri di ambang pintu rumah Batari, jantungnya berdegup kencang campur aduk antara penasaran dan cemas. “Ada dirumah nggak ya, Batari.” Tidak pakai telepon, langsung saja dia datang.

Suara tawa yang familiar menggema dari dalam, membuat langkahnya semakin mantap meski hati bergetar. Pintu rumah yang tidak terkunci membuka jalan bagi Raana masuk tanpa ragu. Di sudut ruang tamu, sebuah koper besar tersandar—seolah memberi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi.

‘Ini kan koper Mas Ghani..’

Hati Raana, semakin membuncah melihat koper itu. Tiga hari lalu, suaminya pergi dinas dengan koper itu. Raana sangat mengenal koper itu, karena dia sendiri yang membeli secara online. Mana boleh dia keluar oleh suaminya. Raana dijaga layaknya berlian, hanya berdiam diri dirumah sampai tubuhnya membesar seperti ini.

Dengan napas tertahan, Raana menyelinap ke ruang belakang. Matanya langsung tertuju pada pemandangan yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan: Ghani, suaminya, sedang menindih Batari di atas sofa, tatapan mereka penuh rahasia yang selama ini disembunyikan.

Dadanya sesak, suara teriakan, “Mas!” terlepas dari bibirnya tanpa sadar, menggema menghentikan tawa dan gerak-gerik mereka seketika.

“Raana!” pekik keduanya terkejut.

Wajah Ghani membeku, sorot matanya berubah dari keheranan menjadi panik. Batari yang terkejut mencoba bangkit, namun tubuhnya tampak lemas.

Raana berdiri terpaku, air mata mulai menggenang di sudut matanya, hati yang terluka tak mampu berkata apa-apa selain rasa dikhianati yang membakar setiap serat jiwanya. Ia merasa dunia runtuh dalam sekejap, sementara keheningan yang menyakitkan mengisi ruangan itu, memerangkap ketiga hati yang kini terpecah.

*

*

Raana berdiri dengan dada berdebar hebat sementara matanya membara penuh luka. Di hadapannya, Ghani dan Batari berdiri canggung, tanpa sepatah kata permintaan maaf pun terlontar.

“Mas.. kamu.. gila kamu sama dia,” tunjuk Raana pada Batari.

“Kamu ngapain kesini?” Ghani malah bertanya, aneh.

Saat Raana menatap Batari, teman yang dulu ia percayai, rasa sakit itu seperti belati tajam yang menusuk hingga ke dasar hati. "Kalian gila melakukan ini di belakangku!" suaranya pecah, menggema memenuhi ruangan. Tangannya gemetar, tanpa pikir panjang ia meraih gelas di meja dan melemparkannya ke dinding, pecahan kaca berhamburan bersahutan.

Prang

Prang

Prang

“Raana hentikan,” teriak Ghani mencoba menghentikan istrinya.

Namun dia tidak bisa mendekat ke Raana, karena sedang sibuk sendiri mencari pakaian yang tadi dia lempar dengan sembarangan itu.

Batari terdiam, wajahnya membeku, namun melihat Raana yang semakin kehilangan kendali, ia melangkah maju dengan suara bergetar, "Jangan gila, ini rumahku!"

Tapi Raana, dengan mata berkilat marah, menatap tajam, "Dan dia suamiku!" Raana menunjuk ke arah Ghani.

Ia merasakan dunia runtuh di sekelilingnya, pengkhianatan yang begitu nyata menelanjangi segala harapan yang pernah ia punya.

Ghani, dengan ekspresi dingin dan wajah tertunduk, buru-buru mengenakan pakaiannya. Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun, tidak ada penjelasan, hanya ketakutan yang terpancar jelas dari gerak-geriknya.

“Jelaskan Mas!” jerit Raana.

Baginya ini adalah perselingkuhan terkejam. Suaminya main gila dengan temannya sendiri, teman yang sering ia bantu. Teman yang Raana selalu merasa, jika ia ada dalam hidup Batari dalam suka dan duka. Namun ini balasan yang harus Raana terima.

“Apa yang mau aku jelaskan. Kamu sudah melihat sendiri.” Ghani tidak mengelak, cenderung mengakui perbuatan bejat mereka.

“Dia teman aku, Mas.” Raana menangis.

Batari berdecak, malu juga jika ada tetangga yang mendengar teriakan Raana.

“Raana, biar Mas Ghani yang jelaskan ke kamu.” Batari buka suara.

Raana menatap sinis ke arah temannya itu, “Gila.. Tega kalian sama aku, tega kalian!”

Raana menatap suaminya yang kini tampak asing, napasnya tersengal antara marah dan kecewa, seolah semua yang ia kenal selama ini hancur dalam sekejap. Suasana menjadi sunyi, penuh luka yang belum siap disembuhkan.

“Aku sudah lama berhubungan dengan Batari. Maaf Raana, kami bermain dibelakangmu.” Ghani menyesali mereka tertangkap dengan cara seperti ini.

Niat hati memang ingin melepas Raana, namun tidak dengan mengakui perselingkuhan mereka.

“Kamu selingkuh Mas. Apa kurangnya aku, sampai kamu jahat begini sama aku?” Raana berlari ke arah Ghani, dia memukuli dada pria yang iakira menjadi malaikat pelindungnya. Siapa sangka, pria yang merupakan cinta pertamanya itu, malah menyakiti hatinya.

Ghani menahan tangan Raana, tidak mau kalah, sang istri makin beringas memukuli Ghani. Tidak tahan akan emosi, dengan kasar Ghani malah mendorong Raana hingga sang istri jatuh ke lantai.

“Suami tidak tahu diri,” jerit Raana. **

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Miss Nonce
Miss Nonce
Ayo baca karya miss nonce terbaru di good novel ya.. Jangan lupa bintang limanya.. Terima kasih
2026-02-18 18:44:55
0
0
42 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status