Sasha menurut. Ia mencondongkan tubuh ke depan. "Pak, tolong bicara sama... sama suami saya. Penting."Sopir itu bingung tapi menurut. "Halo, Pak?""Dengarkan saya baik-baik, Pak," suara William menggema di dalam mobil kecil itu, tegas dan mengintimidasi. "Ada penguntit berbahaya di belakang mobil Bapak. Saya akan memandu Bapak. Jangan bertanya, cukup lakukan. Saya akan menanggung semua risiko tilang atau kerusakan."Sopir itu menegakkan punggungnya, tertular aura komando William. "Siap, Pak. Instruksinya?""Tiga ratus meter di depan ada pertigaan lampu merah. Ambil jalur kiri seolah mau belok, tapi saat lampu hijau, lurus terus dan potong jalur ke kanan.""Tapi itu pelanggaran marka, Pak—""Lakukan!" bentak William. "Saya bayar sepuluh kali lipat ongkos Bapak malam ini.""Oke, siap!"Taksi itu mendekati lampu merah. Mobil Raka masih menempel ketat di belakang. Saat lampu berubah hijau, sopir taksi membanting setir ke kanan secara mendadak, memotong antrean mobil yang mau lurus, menin
Terakhir Diperbarui : 2026-01-17 Baca selengkapnya