Musik EDM yang memekakkan telinga Raka di club malam. Ia duduk di sudut bar yang remang, mencengkeram gelas vodka-nya seolah ingin meremukkannya."Sialan," umpat Raka, menenggak habis minumannya. Pikirannya dipenuhi bayangan Sasha. Gadis itu semakin sulit dikendalikan. Dulu, Sasha adalah boneka penurut yang akan melakukan apa saja demi senyum Raka. Tapi belakangan ini, Sasha sering menghindar, beralasan lelah, sakit, atau sibuk. Raka merasa cengkeramannya mulai longgar, dan itu membuatnya gila."Geser. Kamu menghabiskan tempat."Suara ketus itu membuat Raka menoleh. Clarissa berdiri di sana, mengenakan dress merah menyala yang sangat minim, namun wajahnya ditekuk masam. Tanpa permisi, Clarissa duduk di kursi tinggi di sebelah Raka, memesan tequila ganda."Malam yang buruk, Tuan Putri?" tanya Raka sinis."Diam kamu," desis Clarissa. Ia meminum shotnya dalam sekali teguk, wajahnya merah padam menahan marah. Bayangan penolakan William di kampus masih membakar egonya. "Dosen baru sialan i
Terakhir Diperbarui : 2026-01-04 Baca selengkapnya