#Langkah kaki Lyra terdengar hampa menyusuri lantai marmer rumah besar keluarga Bramantya. Ia baru saja pulang dari kampus. Belum sempat Lyra mencapai tangga menuju kamarnya, langkahnya terhenti oleh sosok Bik Iyem yang sudah berdiri menunggunya dengan wajah cemas."Non Lyra... Nyonya Besar menunggu di ruang kerja sekarang," bisik Bik Iyem, hampir tidak terdengar.Lyra menelan ludah yang terasa kering. Jantungnya berdegup tidak keruan. "Sekarang, Bik?" tanyanya.Bik Iyem hanya mengangguk pelan, memberikan tatapan iba yang justru membuat Lyra merasa semakin kecil. Ia menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan sisa-sisa kekuatannya. Dengan langkah gontai, Lyra berbelok menuju ke ruang kerja Sri Rukmini. Perutnya terasa melilit perih. Ia bahkan sengaja tidak sarapan pagi. Namun, pada akhirnya dia tetap harus berhadapan dengan wanita paruh baya itu.Di depan pintu, Lyra berdiri mematung selama beberapa saat. Tangannya yang dingin terangkat, ragu untuk mengetuk. Namun, sebelum je
Terakhir Diperbarui : 2026-02-22 Baca selengkapnya