# Bau menyengat cairan antiseptik menjadi hal pertama yang menyambut kesadaran Lyra. Kelopak matanya mengerjap pelan melawan siraman cahaya putih dari lampu langit-langit kamar rawat. Pandangannya buram, berbayang, dan kepalanya terasa berputar hebat akibat sisa efek obat bius. Namun, di tengah rasa pening yang mendera, Lyra tersentak kecil, kepanikan instan langsung merayap ke dada. Dengan sisa tenaga yang berantakan, ia mencengkeram sisi ranjang rumah sakit dan mencoba mendudukkan tubuhnya secara paksa. "Jangan bergerak dulu, Lyra. Berbaringlah," sebuah suara lembut namun tegas terdengar. Sepasang tangan yang lembut kini menahan pundaknya. Lyra menoleh dengan napas yang memburu pendek, matanya melebar saat menangkap sosok wanita yang kini berada di sisi ranjangnya. "Tante Malika?" Malika tersenyum tipis, sepasang matanya yang sembap memancarkan kehangatan. Ia menepuk pelan punggung tangan Lyra, mencoba menyalurkan ketenangan. "Iya, ini aku. Tenanglah, kau sebaiknya beristi
Baca selengkapnya