Aku menatap diriku di cermin, wajah memerah dan pakaian yang berani. Siapa pun bisa melihat bahwa gadis ini bukanlah "gadis baik-baik".Sekali saja, bisikku pada diri sendiri. Cukup sekali ini saja aku melepaskan kendali. Setelah terpuaskan, aku pasti bisa mengendalikan tubuhku kembali.Setelah memastikan kakak perempuanku tertidur lelap, aku mengendap-endap keluar rumah dan segera naik taksi menuju bioskop tersebut. Pria penjual tiket menatapku dengan pandangan kagum yang tidak dia tutupi. Saat menyerahkan tiket, dia dengan kurang ajar mengelus tanganku. Aku gemetar, menggigit bibir, dan segera melangkah pergi dengan cepat.Di dalam ruang pemutaran film yang remang-remang, sudah banyak pria berbadan tegap yang duduk tersebar di berbagai sudut. Mereka tampak penuh energi yang tak tersalurkan. Aroma hormon pria yang kuat menerpaku, membuat tubuhku seketika lemas. Secara tidak sadar, aku memperhatikan mereka satu per satu, menahan getaran tubuhku saat berjalan mendekat.Orang-orang i
Magbasa pa