Teriakan tiba-tiba dariku membuat Bibi Fenti dan Randy terlonjak kaget.Bibi Fenti bergegas turun dari tubuhku dengan kelabakan, lalu mengenakan pakaiannya dengan terburu-buru.Randy juga tampak seperti kucing yang ekornya terinjak. Dia langsung melompat menjauh dari sisi Kak Liana dan menatapku dengan tegang."Gatot, kamu sudah bangun?" Bibi Fenti berusaha tampak tenang. "Kakak iparmu sedang mabuk berat dan belum sadar. Berbaringlah sebentar lagi. Pulanglah setelah kamu merasa lebih baik."Aku berpura-pura masih linglung, menggerakkan tubuh sedikit, lalu mengerutkan kening. "Bibi Fenti, kenapa celanaku basah dan lengket begini? Apa ada minuman yang tumpah?""Hah? Oh, iya! Benar, benar sekali!" Bibi Fenti buru-buru menyahut, mengikuti alur bicaraku. "Tadi waktu Bibi membantumu, nggak sengaja menyenggol gelas sampai tumpah ke badanmu. Terasa nggak nyaman, ya? Sini, biar Bibi bersihkan."Bibi Fenti mengambil handuk basah, menyingkap pakaianku dan dengan hati-hati menyeka bagian bawah tub
Baca selengkapnya