Short
Terjerat Pesona Kakak Ipar

Terjerat Pesona Kakak Ipar

Oleh:  UnguTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10Bab
1Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Kakak iparku mengandalkan kondisiku yang buta, sehingga tidak pernah sungkan untuk telanjang bulat di depanku. Namun, aku tidak pernah menyangka jika dia malah berinisiatif memintaku untuk membantunya mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuhnya. Aku meraba-raba tubuh kakak iparku, hingga akhirnya atas petunjuknya, tanganku masuk ke dalam anusnya yang hangat dan basah, lalu menyentuh potongan pare yang patah di sana. Sebenarnya, tidak ada yang tahu. Mataku sudah sembuh.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Namaku Gatot dan semua orang di desa mengira aku buta.

Sebenarnya, penglihatanku sudah pulih sejak bulan lalu setelah aku jatuh dari pohon. Namun, aku tidak memberi tahu siapa pun, bahkan merahasiakannya dari Ayah dan ibuku.

Pertama, karena aku ingin bermalas-malasan agar tidak perlu bekerja. Kedua, yah, anak muda memang selalu punya niat untuk sedikit bermain-main.

Hari-hari "pura-pura buta" ini menjadi sangat berbeda setelah kakak iparku, Liana, pulang ke rumah.

Kakak laki-lakiku pergi bekerja ke luar negeri. Lantaran khawatir istrinya tidak aman tinggal sendirian di rumah, dia memintanya pulang ke kampung halaman untuk tinggal bersama kami.

Jantungku berdegap kencang ketika kembali melihat Kak Liana.

Kak Liana benar-benar cantik dan tubuhnya juga bagus. Sepasang kaki jenjangnya itu selalu membuatku tidak bisa menahan diri untuk berpikiran macam-macam setiap kali melihatnya.

Di mata Kak Liana, aku cuma seorang tuna netra yang malang. Dia selalu berbicara kepadaku dengan suara yang lembut dan penuh rasa iba.

Hal ini justru membuat niat-niat tersembunyi di dalam hatiku menjadi makin kuat.

Setelah selesai makan malam, aku kembali ke kamarku lebih awal dengan satu hal yang terus mengusik pikiranku.

Aku tahu Kak Liana sangat menyukai kebersihan. Dia pasti akan mandi sebelum tidur.

Kamar mandi di rumahku sangat sederhana dan letaknya tepat di samping kamarku. Di dindingnya ada sebuah celah kecil yang tidak terlihat. Jika berjinjit, aku bisa mengintip ke dalamnya.

Benar saja. Setelah lewat pukul sebelas, Kak Liana keluar sambil membawa ember.

Mendengar suara gemericik air dari dalam, aku tidak bisa lagi menahan diri. Diam-diam, aku memanjat jendela dan mendekatkan wajahku ke celah kecil itu.

Di dalam sana dipenuhi uap air. Bayangan tubuh Kak Liana tampak samar-samar di antara kabut tipis.

Itu pertama kalinya aku benar-benar melihat tubuh wanita, terlebih lagi tubuh Kak Liana yang begitu cantik. Aku merasakan darah yang mendidih langsung mengalir deras ke kepalaku dan tubuhku juga langsung bereaksi.

Tetesan air mengalir melewati pinggang Kak Liana yang ramping, lalu ke bokongnya yang lembut dan berisi, hingga akhirnya menghilang di area pribadinya yang tersembunyi. Seiring dengan gerakannya, payudaranya dan bokongnya yang montok akan sedikit bergetar.

Kak Liana sepertinya juga sangat sensitif. Dia mengeluarkan desahan lembut dan erotis saat aliran air membilas bagian-bagian sensitifnya, sambil mengelus dan memainkan tubuhnya sendiri di bawah kucuran air.

Aku melihatnya dengan wajah memerah dan napas yang memburu. Aku menggunakan tanganku sendiri secara asal-asalan untuk menyelesaikannya dalam waktu yang cukup lama. Barulah, api gairah itu perlahan bisa kupadamkan.

Malam itu, aku berguling-guling, tidak bisa tidur. Otakku sepenuhnya dipenuhi oleh bayang-bayang Kak Liana.

Baru saja rasa kantuk mulai datang, nyamuk-nyamuk kembali berdengung dengan berisiknya.

Obat nyamuk bakar di kamar sudah habis, terpaksa aku keluar mencarinya dalam kegelapan.

Saat melewati pintu kamar Kak Liana, aku mendengar suara televisi masih menyala. Seakan-akan digerakkan oleh kekuatan tak kasat mata, aku pun mengetuk pintu kamarnya.

"Kakak Liana, sudah tidur? Ini aku, Gatot."

Terdengar suara gerisik dari dalam. Suara Kak Liana terdengar agak gugup, "Gatot, sudah semalam ini, ada apa?"

Aku mengatakan jika obat nyamuk bakarku sudah habis. Jadi, aku datang untuk mengambil yang baru.

Dia menyahut pelan, lalu beberapa saat kemudian baru membukakan pintu.

Begitu pintu terbuka, seluruh tubuhku langsung terasa kaku.

Kak Liana … ternyata dia sama sekali tidak memakai baju.

Tubuh molek yang sebelumnya hanya kulihat samar-samar itu kini berada dalam jangkauan tanganku. Aku bahkan bisa merasakan kehangatan dari kulitnya. Wajah Kak Liana merah padam. Payudaranya yang montok dipenuhi jejak sentuhan jemarinya sendiri, sementara kedua kakinya saling bergesekan dengan gelisah. Lalu, area pribadinya yang di tengah sana sudah tampak basah kuyup.

Kak Liana berdiri begitu saja di balik pintu, mengira aku tidak bisa melihat.

Kepalaku terasa berdengung. Aku hampir saja gagal mengendalikan ekspresi wajahku.

Sesaat kemudian, aku mendengar suara yang keluar dari televisi di kamarnya. Ternyata, itu suara dari film dewasa!

Kak Liana … mungkinkah karena kakakku tidak ada di rumah ….

Akan tetapi, Kak Liana sama sekali tidak merasa sungkan. Dia menjepit kedua kakinya, mengusap bersih jemarinya yang basah, lalu membawakanku obat nyamuk bakar.

Saat Kak Liana mengulurkan obat nyamuk itu, tatapannya menyapu bagian bawah tubuhku. Aku jelas-jelas mendengar dia menghela napas panjang dan sorot matanya seketika berubah.

Hatiku langsung menjadi panik dan aku pun buru-buru mencari alasan. "Kakak Liana, aku buru-buru mau ke toilet. Cepat berikan padaku!"

Dia sepertinya baru tersadar dan bergumam "Oh.". Kemudian, Kak Liana mengatakan jika dia juga kebetulan ingin ke toilet. Lantaran suasananya gelap gulita, dia mengajak pergi bersama.

Kak Liana mengenakan baju tidur, lalu memapahku berjalan keluar.

Sesampainya di toilet, dia menyuruhku masuk duluan.

Aku membelakanginya, berpura-pura buang air kecil. Namun, dari sudut mataku, aku melihat Kak Liana tidak pergi menjauh. Sebaliknya, dia berdiri diam di depan pintu. Matanya menatap tajam ke arahku tanpa berkedip ….
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
10 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status