Ada naluri lain yang lebih kuat, naluri bertahan hidup yang memaksaku menelan kemarahan itu mentah-mentah.“Ada di mana koperku, Mas? Kenapa di bagasi tidak ada?” tanyaku begitu tiba di kamar.“Bukankah sudah aku katakan, kamu hanya perlu memakai pakaian yang ada di lemari itu selama masih berada di dalam rumah ini.” jawabnya datar.“Aku akan memakainya, tapi aku memerlukan pakaian dalamku.” sahutku cepat, menahan gemetar di suaraku.“Aku tidak mengatakan kamu harus mengenakan pakaian dalam,” katanya tanpa perubahan ekspresi. “Jika memang aku memintamu memakainya, aku pasti sudah menyediakannya.”Keningku langsung berkerut. Perasaanku bercampur antara heran, tidak nyaman, dan tertekan oleh cara berpikirnya yang sama sekali tak bisa kupahami. Meski, status kami adalah suami istri, apakah sebegitu harusnya aku terus-menerus berada di hadapannya hanya dengan balutan robe sutra itu? Namun, aku tak berani mendebat lebih jauh dan lebih memilih fokus terhadap barang milikku sendiri.“Lalu di
Dernière mise à jour : 2026-01-12 Read More