Malam semakin larut ketika pesta itu akhirnya usai. Seluruh tamu undangan telah meninggalkan tempat acara, sementara para pelayan sibuk membereskan sisa-sisa perayaan. Ayah, ibu, dan Bude Maryati pun bersiap untuk pulang. Mas Aksa tampak melangkah mendekati mereka, dan aku segera mengikuti dari belakang untuk mencegah kemungkinan yang tidak kuinginkan.“Kami pulang dulu ya, Nak Aksa,” ujar ayah sambil menjabat tangan Mas Aksa. “Ayah titip Laras padamu. Kalau terjadi sesuatu, kamu bisa segera mengabari ayah atau ibu.”“Baik, Ayah. Terima kasih sudah menyempatkan datang malam ini,” jawab Mas Aksa sopan.“Iya, Nak. Ayah juga senang bisa berkenalan dengan orang-orang penting berkat kamu,” balas ayah dengan senyum hangat.“Doa terbaik dari kami untukmu, ya, Nak Aksa,” sambung ibu lembut.“Iya, Aksa,” sela Bude Maryati tanpa ragu, “Bude juga ikut mendoakan semoga kamu makin sukses dengan semua bisnis yang kamu bangun. Tapi jangan lupa itu loh, Laras, dibelikan ponsel baru daripada nunggu di
Last Updated : 2026-01-30 Read more