Nikos menoleh ke arahku.Dia tampak jauh lebih terpuruk, janggut tidak terurus, rambut berantakan, sudut matanya memerah."Aurora."Dia membuka mulut, suaranya serak dan kebingungan."Aurora, benar-benar kamu."Aku mengalihkan pandangan. "Kamu salah orang."Dia bergegas maju, menggenggam tanganku. "Aku menghabiskan semua relasi yang aku punya, akhirnya bisa membeli kabar tentangmu. Aku mencarimu selama setahun. Setahun ini, kamu tahu bagaimana aku hidup?"Dia menangis, menangis sejadi-jadinya."Aurora, aku mohon padamu, aku benar-benar nggak bisa hidup tanpamu. Tanpamu aku hampir mati.""Lepaskan aku!"Aku memberontak, tetapi tenaganya terlalu besar, aku tidak berdaya.Tiba-tiba, Nikos dipukul keras seseorang, tubuhnya langsung terempas ke tanah.Loran berdiri tinggi menatapnya dari atas."Bersikap sekasar ini bukan perilaku seorang kesatria!"Tatapan Loran dingin luar biasa, Nikos bangkit dengan susah payah, menatapnya tajam."Kamu ini siapa."Dia berkata dengan nada mengejek, "Aku pa
Read more