CHAPTER 64 Cahaya pagi menyelinap melalui celah tirai saat Summer membuka mata. Ia sempat lupa hari apa ini, sampai pandangannya jatuh pada tas yang diletakkan di kursi dekat meja belajar. Ingatan tentang kemarin kembali tanpa diminta. Ruang W-12, botol di atas meja, pertanyaan yang terus diulang petugas, dan pintu yang tertutup di belakangnya. Summer segera duduk, mengambil tas itu, lalu membuka ritsletingnya. Buku catatan, kartu asesmen, dompet kecil, dan tempat pensil masih berada di tempatnya. Ia memeriksa kantong depan, bagian dalam, lalu sela di bawah tumpukan buku. Setelah semuanya terlihat biasa, Summer menutup tas itu. Namun beberapa detik kemudian, tangannya kembali membuka ritsleting yang sama. Emma menghentikan gerakannya di depan cermin. Sejak bangun, ia melihat Summer lebih banyak diam. Kini ia tidak perlu menanyakan apa pun untuk mengerti alasan sahabatnya memeriksa tas berulang kali. “Boleh aku bantu?” tanya Emma hati-hati. Summer menoleh. “Maaf, Em. Aku cuma mau
Baca selengkapnya