CHAPTER 46 Saat Jess, Emma, Cloud, dan Dre kembali memasuki aula, suasana di dalam terasa berbeda. Musik orkestra telah berhenti, sedangkan percakapan para tamu hanya terdengar sebagai bisikan pelan yang dipenuhi pertanyaan mengenai Summer dan pria yang menyebut nama Kai. Cloud baru beberapa langkah memasuki aula saat ponselnya bergetar. Ia membaca pesan yang masuk, lalu segera memperlihatkannya kepada Jess dan Emma. Setelah membaca pesan itu, ketegangan di wajah Jess sedikit mereda. Emma menutup mulut sambil mengembuskan napas lega, meskipun matanya masih terlihat berkaca-kaca. “Dylan sudah menemukannya,” ujar Cloud. “Kalian nggak perlu khawatir.” Jess mengangguk, lalu mengalihkan pandangan ke barisan paling belakang. Pria yang tadi mengucapkan nama Kai sudah tidak berada di sana. Hanya tersisa dua pria lain bersetelan hitam yang berdiri di dekat area penyerahan karya, menunggu dokumen pembayaran selesai diperiksa sebelum membawa lukisan Summer. Axl dan Tom masih mengawasi kedua
Read more